Rusunawa Buring 1 Butuh Perhatian

7451 medium city 660x346
Bangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Buring 1 di Kelurahan Kotalama cukup memperihatinkan. Rusunawa yang dihuni oleh 49 kepala keluarga tersebut cukup berantakan. Bangunan yang telah berdiri 20 tahun tersebut juga kumuh. Dinding bangunan banyak yang berkerak dan dipenuhi lumut. Sebagian rangka genting patah, dan langit-langit juga ada yang ambrol.

Meski demikian, para penghuni dapat menerima kondisi tersebut. Seperti halnya yang diutarakan oleh Ketua RT 14 Sukrianto. Menurutnya, warga bisa menerima kenyataan tersebut. ”Kalau nuruti kurang atau tidak, ya pasti kurang terus. Yang jelas, kami bersyukur bisa tinggal di sini,” kata dia ditemui di rusunawa, Sabtu (8/10/2016).

Apalagi, biaya iuran untuk tinggal di kawasan tersebut juga tidaklah mahal. Cukup dengan Rp 10 ribu untuk iuran kas wajib warga, serta pembayaran iuran air dan listrik. Besaran iuran listrik dan air fluktuatif tergantung jumlah pemakaian masing-masing KK yang dihitung berdasarkan meteran.

Untuk urusan pembayaran listrik dan air, warganya punya cara tersendiri untuk mengelolanya. ”Kami menalangi terlebih dahulu menggunakan dana iuran yang terkumpul, baru setelah itu kita hitung berdasarkan angka meteran,” kata Sukri.

Jamilah, salah satu warga yang tinggal di kawasan tersebut menyampaikan bahwa dirinya seringkali terganggu dengan saluran air yang tidak berfungsi sebagaimana mestinya. ”Terutama kalau hujan. Kalau tidak sering dibersihkan, terkadang mampet,” kata wanita 48 tahun tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Pengawasan Bangunan (DPUPPB) Kota Malang Djarot Edy Sulistyono menyampaikan bahwa pemerintah sudah menganggarkan biaya perawatan yang ditujukan untuk seluruh rusunawa di Kota Malang. Dari data yang dihimpun Jawa Pos Radar Malang dalam rapat perubahan anggaran keuangan APBDP 2016, tercatat ada penambahan anggaran sebesar Rp 280 juta, dari dana awal Rp 150 juta menjadi Rp 430 juta. ”Dana itu nantinya kita gunakan untuk perbaikan cat tembok, keramik, dan kerusakan bangunan lainnya,” tandasnya.
(Radar Malang)
Sudah dilihat 231 kali

Komentar