RUSAK APA-APA KARENA TAMBANG

17 November 2019, 19:57 WIB
1 1 97
Gambar untuk RUSAK APA-APA KARENA TAMBANG
Untuk konteks sulteng, ada banyak contoh bagaimana investasi tambang selalu menjadi aktor perusak hutan dan perusak sumber penghidupan masyarakat. Di Morowali Utara, ada aktivitas tambang PT. Mulia Pacific Resource dan PT. Itamatra Nusantara-yang merupakan anak perusahaan PT. Central Omega Resource (PT. COR)-yang aktivitasnya masuk dalam beberapa desa di kecamatan Petasia Barat.

Aktivitas ke dua perusahaan ini masuk dalam kawasan hutan. Di pegunungan, perusahaan itu membongkar gunung, dan mengeruk material nikel lalu mengolahnya di pabrik smelter PT. COR-sebagian material dimuat langsung ke Cina. Akibatnya dari kerusakan hutan ini, saat hujan tiba lumpur dan sedimen masuk ke Danau Tiu dan mencemari danau itu yang menjadi sumber penghidupan ribuan masyarakat.

Dampak lainnya adalah tercemarnya teluk Tomori yang menjadi tempat masyarakat pesisir menggantungkan hidup nya sebagai nelayan. Dua perusahaan ini telah dilaporkan oleh Jatam untuk meminta pertanggungjawaban mereka. Untuk PT. MPR yang mencemari danau Itu, belum ada tindakan tegas dari aparat penegak hukum, padahal jelas mereka telah melakukan tindak pidana lingkungan karena telah mencemari danau yang masyarakat sangat bergantung padanya.

Sedangkan untuk pencemaran teluk Tomori, pada tahun 2018 Jatam telah menggugat PT. COR dan anak perusahaannya itu ke pengadilan negeri Poso. Hasilnya, PT. COR dan anak perusahaannya dihukum bersalah dan harus segera merehabilitasi pencemaran yang ditimbulkan akibat aktivitas mereka. Namun, hasilnya adalah berdasarkan hasil investigasi Jatam yang dilaksanakan awal bulan October tahun 2019, ditemukan bahwa pihak tergugat itu tidak melaksanakan kewajiban rehabilitasi secara serius.

PT. COR hanya melakukan penanaman mangrove sekitar 1000 pohon di luasan sekitar setengah hektar sebagai upaya rehabilitasi. Ini tentu saja sebuah pelanggaran tidak mengindahkan putusan pengadilan mengingat wilayah yang tercemar itu seluas 130 hektar.

Melalui dua contoh ini, kami ingin menyampaikan bahwa investasi tambang itu perlu kajian yang lebih serius dari pemerintah. Memudahkan investasi melalui revisi perundangan-undangan yang dianggap pemerintah "mempersulit" investasi, perlu dikaji lagi. Revisi UU dan pilihan mencabut peraturan perundangan-undangan yang dianggap menghambat investasi akan berdampak pada semakin masifnya kerusakan hutan dan juga akan menghilangkan sumber penghidupan masyarakat yang sangat bergantung pada hutan.

Di sisi yang lain memerintah juga tidak serius dalam melakukan upaya perlindungan masyarakat terdampak. Pembiaran terhadap kasus-kasus tindak pidana lingkungan seperti yang telah diuraikan di atas adalah salah satu bukti bahwa keran investasi yang dibuka oleh pemerintah tidak sejalan dengan pengawasan dan penegakan hukum.

Tugas negara tidak hanya menjamin peningkatan ekonomi melalui investasi. Lebih dari itu, kelestarian hutan dan perlindungan masyarakat harus juga menjadi konsen utama.

#Jatamsulteng
#tambang

  1 Komentar untuk RUSAK APA-APA KARENA TAMBANG

Masuk ke akun AtmaGo kamu untuk ikut memberi komentar!

Masuk  atau  Daftar