RUMAH MAKAN "MENEKAN NAFSU MAKAN"

Header illustration
Bisnis kuliner saat ini sudah mewabah kemana-mana. Tempatnya tidak hanya di perkotaan yang identik dengan keramaian, namun juga di pelosok-pelosok desa yang jauh dari keramaian. Dengan pelayanan Delivery order menjadikan bisnis ini tidak hanya memilih tempat keramaian.

Mewabahnya bisnis kuliner menjadikan pelaku bisnis di bidang ini harus cerdas menyikapi persaingan ketat yang muncul. Tak heran jika sekarang banyak tempat-tempat makan yang dilengkapi dengan wahana bermain, musholla/tempat ibadah dan lain-lainnya. Hal ini tentu tujuannya tidak lain hanya untuk menarik minat konsumen dan memberikan pelayanan terbaik bagi customer.

Sebagai konsumen, faktor kenyaman adalah salah satu pertimbangan ketika memilih tempat makan diluar rumah. Faktor kenyamanan ini tentu tidak hanya mengenai menu yang sesuai selera dan kebutuhan. Terlepas dari itu, tempat makan yang bersih dan dilengkapi musholla misalnya, selalu lebih menarik bagi pengunjung. Satu lagi hal yang tidak kalah pentingnya yakni pelayanan yang baik, pramusaji yang ramah dan berpenampilan rapi/bersih misalnya, tentu akan sangat mengesankan dan meyakinkan konsumen untuk merekomendasikan tempat makan itu kepada orang lain.

Lalu, hari gini adakah tempat makan yang masih belum paham konsep-konsep diatas tadi? Adakah yang masih kurang baik dari segi pelayanan kepada konsumen?. Jawabannya tentu ada saja, sesuai dengan pengalaman sendiri.

Suatu siang yang terik di musim hujan, gak enak banget kan, di bulan-bulan yang biasanya curah hujannya tinggi tapi justru teriknya mengganas. “Stop…stop…!”, bidadari mungil dibelakangku memaksa tanganku menekan rem motor. Rupanya ia mau mampir di sebuah tempat makan yang ia kenal betul menyediakan makanan favoritnya.

Dengan duduk manis (walau yang duduk belum tentu manis…eeeaaa) kamipun menunggu pesanan. Tak lama pesananpun datang, aroma makanan yang menggoda tercium dari nampan ditangan pramusaji yang sepertinya kekurangan stok senyum itu. Tapi tak apalah, toh senyum kami insyaallah lebih manis dari miliknya…eeeaaa.., lagian kami sudah hafal betul hal-hal seperti itu, karena ini bukan pertama kali kami mampir ditempat ini.

Kita lupakan sejenak tentang persediaan senyum yang sepertinya mengalami krisis ditempat ini. Kami menyantap pesanan setelah terlebih dahulu mengucap do’a sebelum bobo, maksudku do’a sebelum makan he..he…

Rupanya pramusajinya tidak langsung meninggalkan kami setelah mengantar pesanan, melainkan duduk di bangku sebelah yang kosong dan ikut nonton teve. Tak apalah, toh tidak mengganggu kenyamanan kami, namun ternyata ada hal tidak pernah kubayangkan sebelumnya terjadi, pemandangan yang sangat mengganggu itu hadir didepan kami, pemandangan yang sangat mengusik kenyamanan dan seketika itu juga menekan nafsu makanku. “Wah…penekan nafsu makan yang ini benar-benar ampuh, kalah ampuh dari berbagai jenis obat diet yang beredar dipasaran”, gumamku tapi cuma didalam hati.

Dalam kondisi yang nggak banget ini, aku memilih untuk bermesraan dengan gawaiku. Tak kugubris celoteh bos cilik disampingku yang lahap menyantap menu didepannya sambil mengguruiku, “Sudah dipesan tapi tak dimakan, mubazzir tau…”.

Sambil sekuat tenaga menahan mual diperut, buru-buru kutarik tangan gadis cilikku keluar dari tempat itu, meninggalkan makanan didepanku yang sudah lunas tapi tetap dalam porsi utuh. Yah…aku ingin buru-buru meninggalkan tempat ini, tempat dengan menu favorit putriku, tempat yang tak pernah kulupa karena pramusajinya yang sangat memperhatikan kebersihan dirinya sendiri. Sampai-sampai ketika ada pengunjung didepannyapun, ia tetap bergerilya melaksanakan pembersihan ditubuh bagian atasnya alias NGUPIL.

Sampai disini ceritanya, mohon maaf pembaca dilarang mual…

Akhir kata, semoga kawan-kawan yang bergelut dibidang ini lebih teliti dalam memperhatikan hal-hal yang kaitannya dengan pelayanan yang baik kepada konsumen. Semoga pengalaman ini tidak akan terjadi ditempat-tempat lain, karena cukuplah obat diet yang mempunyai sistem kerja sebagai penekan nafsu makan, bukan justru rumah makan "penekan nafsu makan" he…he…


Sudah dilihat 62 kali

Komentar