Rp27 Miliar Tersedot untuk Perjalanan Dinas DPRD NTB

17 January 2020, 08:08 WIB
2 2 183
Gambar untuk Rp27 Miliar Tersedot untuk Perjalanan Dinas DPRD NTB
Mataram (Suara NTB) – Selain pengadaan mobil dinas Rp2,6 miliar dan renovasi rumah dinas pimpinan, Rp4 miliar yang dianggarkan di APBD 2020, item belanja perjalanan dinas anggota DPRD Provinsi NTB juga menjadi sorotan. Sebab, anggarannya tak kalah fantastis, yakni Rp27 miliar lebih.

Penelusuran Suara NTB dalam dokumen APBD 2020, khususnya di DPA Sekretariat DPRD NTB memperlihatkan bahwa item belanja perjalanan dinas Rp27 miliar lebih tersebut terdiri dari tiga jenis kegiatan.

Pertama, perjalanan dinas dalam daerah dialokasikan sebesar Rp5,2 miliar, kedua belanja perjalanan dinas luar daerah Rp18,8 miliar dan ketiga perjalanan dinas luar negeri Rp3 miliar.

Besarnya alokasi anggaran untuk biaya perjalanan dinas para wakil rakyat Udayana tersebut dinilai sebagai bentuk pemborosan keuangan daerah.

Besarnya alokasi belanja perjalanan dinas itu sama sekali tidak memperlihatkan upaya kebijakan efisiensi anggaran oleh yang dilakukan oleh pemerintah daerah dan dewan.

“Ini pemborosan, padahal berulang kali Presiden Jokowi mengingatkan untuk melakukan efisiensi. Padahal tidak ada manfaatnya untuk kepentingan masyarakat, perjalanan dinas itu. Apa yang dia dapatkan DPRD ketika melakukan perjalanan dinas,” ujar anggota Komisi I DPRD NTB, TGH. Najamuddin Mustafa kepada Suara NTB, baru-baru ini.

Menurut Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD NTB itu, kunjungan kerja ke luar daerah dan luar negeri tersebut sudah menjadi tradisi akut di lembaga politik Udayana itu.

Alih-alih untuk studi banding, belajar dari pengalaman di daerah lain dalam hal manajemen pengelolaan pemerintahan serta strategi pembangunan. Faktanya, menurut Najamuddin, lebih banyak jalan-jalan daripada tujuan belajarnya.
Mestinya yang diperbanyak adalah perjalanan dinas ke dalam daerah. Menurutnya mengapa ke dalam daerah itu penting, dalam rangka melaksanakan fungsi pengawasan, memastikan bahwa program yang sudah disusun dilaksanakan dengan baik di lapangan serta menyerap aspirasi masyarakat.

“Kalau kita perbanyak ke dalam daerah, maka kita bisa bertemu dengan banyak orang, masyarakat kita. Supaya bisa kita awasi pelaksanaan APBD kita, apakah ada korelasinya dengan kebutuhan masyarakat dan kondisi daerah. Kalau terus kita ke luar daerah, keliru itu, masak pikiran orang luar yang mau kita masukkan dalam program kita, pikiran rakyat kita yang harus dimasukkan,” jelasnya.

Melihat borosnya belanja Dewan tersebut yang manfaatnya tidak menyentuh langsung kepada kepentingan masyarakat, ia tidak heran jika lembaga DPRD ini terus menjadi sarang kritik masyarakat.

Menurut politisi PAN ini, belanja perjalanan dinas dan belanja lainnya perlu dikurangi. Lebih-lebih dengan kondisi masyarakat NTB yang masih cukup tinggi angka kemiskinannya, masih sangat besar membutuhkan peran daerah untuk mengentaskannya, lewat program-program.

Dikonfirmasi terpisah, Sekretaris DPRD NTB, Mahdi Muhammad mengatakan,  soal perjalanan dinas disusun berdasarkan asumsi kebutuhan perjalanan dinas oleh anggota sendiri, lewat Badan Musyawarah (Banmus).

“Kan beliau-beliau sendiri yang sudah tetapkan, susun kegiatan (perjalanan dinas) oleh Banmus. Kalau mau rubah, ya rubah jadwal, ya silahkan saja,” kata Mahdi.

Sedangkan terkait wacana meninjau ulang program di Sekretariat Dewan, khususnya terkait item belanja perjalanan dinas, tidak bisa dilakukan hanya dengan rekomendasi dari Komisi I. Sebab program yang sudah dituangkan dalam APBD tersebut sudah ditetapkan menjadi peraturan daerah, yang diketok dalam rapat paripurna.

“Anggaran Sekretariat itu dibahas oleh pimpinan bersama Setwan. Karena itu sudah jadi Perda, tidak bisa dibatalkan, kalau mau direvisi di APBD perubahan besok. Tapi itu juga tergantung dari pimpinan, dan apakah Komisi yang lain setuju apa tidak. Karena bukan hanya Komisi I saja yang anggota dewan, tapi Komisi lain juga,” katanya. (ndi).

sumber : suarantb.com

  2 Komentar untuk Rp27 Miliar Tersedot untuk Perjalanan Dinas DPRD NTB

Tulis komentarmu...

narma

subhanallah mereka sudah ga punya hati, sementara rakyat pontang panting mencari nafkah hanya untuk membiayai kepuasan mereka... lebih Baek DPRD di bubarkan.

Other Posts

Terbaru


Terpopuler

  1. Ibu Ratna Memberdayakan Ibu-Ibu Dengan Mengolah Kain Limbah Industri Garmen

    Wiwik Uliel  di  Trucuk, Klaten  |  22 Sep 2020
  2. CleanUp Kerja Bakti

    Pemuda Sosial Pulo Timaha  di  Babelan, Bekasi Kabupaten  |  19 Sep 2020
  3. Berkolaborasi Menggapai Mimpi Kampung Karangwaru Kidul, Tegalrejo

    Abdul Razaq  di  Tegalrejo, Yogyakarta  |  18 Sep 2020
  4. Penyusunan Masterplan Kampung Surokarsan

    mas agus  di  Mergangsan, Yogyakarta  |  19 Sep 2020

Komentar Terbanyak

  1. 5
    Komentar

    WORLDCLEANUPDAY, 19 SEPTEMBER 2020

    Umi sulvian  di  Jonggat, Lombok Tengah  |  19 Sep 2020
  2. 4
    Komentar

    Penyusunan Masterplan Kampung Surokarsan

    mas agus  di  Mergangsan, Yogyakarta  |  19 Sep 2020
  3. 3
    Komentar

    FORUM MADANI WONOSOBO

    Bhayu Surya  di  Wonosobo, Wonosobo  |  24 Sep 2020
  4. 3
    Komentar

    Ibu Ratna Memberdayakan Ibu-Ibu Dengan Mengolah Kain Limbah Industri Garmen

    Wiwik Uliel  di  Trucuk, Klaten  |  22 Sep 2020