RESOLUSI MUKMIN DI TAHUN BARU

44551 medium screenshot 20181231 234416 1
Tahun baru dalam Wikipedia adalah suatu perayaan dimana suatu budaya merayakan berakhirnya masa satu tahun dan menandai dimulainya hitungan tahun selanjutnya. Budaya yang mempunyai kalender tahunan semuanya mempunyai perayaan tahun baru. Hari tahun baru di Indonesia jatuh pada tanggal satu januari karena Indonesia mengadopsi kalender Gregorian yang dikenal dengan tahun Masehi, sama seperti mayoritas Negara-negara di dunia.

Dalam sebuah referensi disebutkan bahwa penanggalan masehi pertama kali di rayakan pada tanggal 1 januari 45 SM. Tidak lama setelah Julius Caesar dinobatkan sebagai kaisar Roma. Ia memutuskan untuk mengganti penaggalan tradisional romawi yang telah diciptakan sejak abad ketujuh sebelum masehi (SM).

Di dunia, tahun baru yang dikenal tidak hanya tahun baru masehi saja, namun ada beberapa tahun beru seperti tahun baru Thailand, Kalender Jawa,tahun baru Vietnam, kalender Hijriyah, imlek dan sebagainya. Perayaan yang paling meriah biasanya hanya tahun baru Masehi, disebabkan karena tahun Masehi yang paling banyak dipakai oleh warga dunia.

Lalu bagaimana dengan perayaan Tahun baru masehi bagi kita orang muslim ?. Hal ini sudah banyak dibahas oleh para ulama kita, ada yang membolehkan dengan syarat merayakannya dengan hal-hal positif dan konstruktif, namun ada juga yang jelas-jelas mengharamkan demi melihat dari segi praktek tasyabbuh (penyerupaan) dengan budaya non muslim.

Terlepas dari itu semua, kalau kita mau berpikir sejenak, hakekat dari pergantian tahun ini. Mungkin akan terbersit dibenak kita, bahwa satu tahun sudah terlewati, satu tahun sudah bertambah pemakaian jatah umur kita, lalu apa saja pencapaian kita selama satu tahun kemarin dan apa resolusi kita di tahun berikutnya ?

Dalam hal ini, saya selaku manusia biasa ini mencoba menjawab dengan suara keimanan. Ketika menyadari, ada surah pendek dalam Al-Qur’an, yang karena tergolong pendek maka surat itu sering menjadi pilihan saya (seorang mukmin yang ibadahnya masih minimalis) dalam shalat.

Surat Al-Ashr mengingatkan kita bahwa semua manusia itu menderita kerugian dalam hidupnya, kecuali orang-orang beriman yang beramal sholeh dan saling menasehati dalam kebenaran dan kesabaran. Surat yang tergolong surat Makkiyah dan terdiri dari 3 ayat ini dinamai surah Al-Ashr yang berarti waktu atau masa, diambil dari ayat pertamanya.

Lalu kaitannya dengan perayaan tahun baru Masehi atau tahun baru apapun namanya? Seyogyanya kita menjadikan surah Al-Ashr ini menjadi rujukan, marilah tengok episode kehidupan kita ditahun kemarin, apakah kita termasuk orang yang tidak merugi atau dengan kata lain orang yang beruntung, seperti yang digambarkan oleh surat Al-Ashr tadi ? ataukah sebaliknya ? sudahkah kita memiliki iman yang bagus ? sudahkan kita memiliki amal yang terpuji ? dan sudahkah kita menjadi seorang mukmin yang tidak hanya sholeh tetapi juga mushleh (baca : orang sholeh yang berusaha men-sholehkan orang lain) ?. Kalau sekiranya syarat-syarat orang beruntung tadi hanya sebagian yang sudah kita miliki, maka sangat tepat jika sisanya itu menjadi resolusi kita ditahun berikutnya dan itulah yang akan kita renungkan dimalam pergantian tahun ini.

Selebihnya, Allahu A’lam.

Sudah dilihat 66 kali

Komentar