RENUNGAN SEORANG PETANI

27943 medium post 37118 69631601 09bb 4048 bfde 9b3ce5631705 2018 07 11t11 15 05.964 07 00
Ngobrol santai dengan petani muda zaman now Dedi Subang owner dari perkebunan buah naga Subang (KIWARI FARM) di Lebak siuh Subang.

Renungan untuk Petani Muda zaman Now
Sebelum tahun 70-an petani Indonesia dengan bangga bertani menggunakan Pupuk dari bahan organik, dari kotoran ternak atau dari dedaunan yang sudah lapuk.
Sehingga pada jamannya petani sehat dan masyarakat yang lainnya pun ikut sehat.

Masuk tahun 70-an Perubahan terjadi disebut Revolusi Hijau, Hampir seluruh petani baik dikota atau dipedesaan semua harus menggunakan pupuk Kimia dengan dalih Swasembada Pangan, iya memang betul program itu terealisasi dan indonesia mampu mengeksport beras ke balahan bumi yang lain.

Alhasil apa yang terjadi kini, jutaan hektar tanah menjadi marjinal akibat salah kelola, degradasi lahan terjadi dimana - mana, mikroorganisme dalam tanah terbunuh, cacing - cacing yang memberikan manfaat bagi tanaman pun musnah akibat Bahan Kimia Berlebihan.

Akhirnya Petani Sengsara.

SOLUSINYA KEMBALI KE PUPUK ORGANIK DAN PESTISIDA NABATI.
Bahan organik sangat tersedia dimana - mana, yang sering kita ketahui biasanya PUKAN atau pupuk kandang, tapi banyak juga yang lainnya bisa hijauan yang tersedia dari dedaunan atau rumput - rumputan yang mengandung Unsur hara Makro atau Mikro. Indonesia surganya pupuk Organik Kotoran hewan, limbah sawit, limbah padi, limbah kelapa dll.Karena bahan organik bereaksi lama terhadap tanaman seringkali petani tidak mau menggunakan nya, Terlebih lagi Pemerintah tidak pernah menyediakan Pasar yang Jelas, sehingga ada pengkelasan Pasca panen, di Negara Maju sana Semua yang berkaitan dengan Organik memiliki harga yang sangat mahal, karena mereka sudah sadar tentang kesehatan mereka sendiri.

Fungsi pupuk organik Bagi Tanaman.

Dapat meningkatkan kesuburan tanah.
Menjaga kelembaban tanah.
Menjaga dan melestarikan mikrooganisme tanah.
Mengandung Unsur Mikro yang sangat Banyak.

Pengapuran Perlu dilakukan untuk Memperbaiki Kesuburan Tanah dan menjaga PH normal 6-8.

Kapur = Batu Dolomit
Dolomit ( Kalsium Magnesium Karbonat ) CaMg ( CO3 ) adalah batuan sedimen dikenal sebagai Dolostone dan batuan metarorf/marmer dolomit/ kapur dolomit.
Mengandung :
Kalsium 12%, Magnesium 22% dan Sodium 0,2%.
Dolomit Sangat Memberikan peranan penting dalam budidaya Pertanian.
Dapat menetralkan pH tanah, Jika pH tanah baik maka untuk jenis tanaman yang membutuhkan pH sekitar 6 - 7 perlu sekali dilakukannya pengapuran, Jika pH tanah Masam dapat menyebabkan tidak terserapnya unsur hara dalam tanah Seperti Fosfor dan Kalium oleh tanaman sehingga seringkali tanaman tidak mau berbunga atau berbunga tapi tidak menjadi Buah.
Juga dapat menjaga daya tahan tubuh bagi tanaman.

Salam Petani Mandiri
bertani itu seni, bertani dengan Hati. Dengan Ilmu dan Teknologi Tepat Guna. Petani Mandiri bebas dari penjajahan pupuk kimia dan pestisida kimia.
Dan orang tua kita dulu sudah mencontohkan kepada kita turun temurun sudah terbukti mereka lebih sehat, panjang umur, kuat secara pisik karakter dan budaya. so..apakah kita mau terjajah ditanah kita sendiri yang subur makmur?
Sudah dilihat 158 kali

Komentar