Razia Mamin, Temukan Dugaan Bahan Berformalin

4942 medium 32204
Razia makanan minuman (mamin) tim gabungan dari Diskopindag, Dinkes, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan dan Satpol PP Kabupaten Lamongan di Pasar Tradisional Sidoharjo, Toko Swalyan Smesco, toko roti dan Pasar Ikan Lamongan, Rabu (22/6), temukan beberapa dugaan mamin tidak layak konsumsi.

Menurut Sekretaris Diskopindag, Sri Purwaningsih, di Pasar Sidoharjo tim gabungan menemukan makanan yang sudah kadaluwarsa, boraks yang dijual bebas untuk pengenyal makanan, kemasan susu kaleng yang sudah rusak, minuman jenis dawet yang dicurigai mengandung zat pewarna tekstil.

“Sedangkan untuk jenis daging atau ditemukan cecek atau kikil sapi berwana putih yang diduga diawetkan dengan formalin,” terangnya.

Dugaan itu muncul setelah tercium bau bahan kimia yang biasanya untuk pemutih pakaian ketika didekati. Penggunaan formalin juga ditemukan pada udang kering yang nyaris tanpa ada kerumunan lalat. “Jika dikonsumsi manusia tentu sangat berbahaya dan bahkan bisa menyebabkan kematian,” sebutnya.

Selanjutnya, hasil berbagai temuan dalam razia itu akan ditindaklanjuti dengan mengambil sampel yang akan diteliti di laboratorium. “Namun actionnya nanti, pedagang yang terbukti menjual akan kami beri pembinaan,” pungkasnya.

Ruwainah, pedagang cecek yang barang dagangannya sempat diambil sebagai sampel, mengatakan justru cecek berwarna putih ynag diminati pembeli. “Saya tidak tahu ada formalin atau apa, itu yang paling laris,” ujarnya.
Sudah dilihat 173 kali

Komentar