Ratusan Orang Demonstrasi ke Polda dan DPRD

66011 medium post 70657 6ad6bf97 8f9e 4732 82d8 7ba4bee94d50 2019 07 08t17 55 32.993 08 00
Beberapa jam setelah Gubernur Sulawesi Tengah, Longki Djanggola melapor ke Polda sulawesi Tengah, ratusan orang berdemonstrasi di Markas Polda Sulawesi Tengah dan kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulteng, Jumat (5/7) sore.

Mereka menuntut agar segera memproses kasus berita bohong atau hoax yang menimpa Gubernur Sulteng Longki Djanggola.
“Kami dari Forum Rakyat Anti-Hoax Sulawesi Tengah mempertanyakan keseriusan penegak hukum menyikapi kasus berita bohong yang menyebut Gubernur Sulteng Longki Djanggola membiayai aksi people power di Jakarta,” kata Koordinator Lapangan Demonstrasi Salim Baculu di Palu, Jumat.
Salim mengatakan terlapor seorang anggota DPRD Sulawesi Tengah yakni Yahdi Basma diduga mengedit sebuah pemberitaan di surat kabar Mercusuar dengan isu bohong kemudian disebarluaskan ke berbagai media sosial.
Kasus ini kata dia, sudah dilaporkan ke penyidik Polda Sulteng, sejak beberapa waktu lalu, dan sejumlah saksi telah dimintai keterangannya, namun sampai saat ini belum ada kepastian proses hukumnya.
“Kami mendesak Kapolda Sulteng dan jajaran untuk segera menuntaskan kasus ini secara profesional,” katanya.
Ketua Forum Rakyat Anti-Hoax Sulawesi Tengah ini, juga mendesak Badan Kehormatan DPRD Sulteng melakukan penegakkan etika dan moral kepada Yahdi Basma, selaku anggota DPRD Provinsi, yang telah melakukan penyebaran berita bohong di media sosial miliknya.
Tindakan itu dinilainya mendiskreditkan pejabat publik dalam hal ini Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola.
“Perwakilan kami tadi sekitar 10 orang masuk ke Polda, dan polisi katakan dalam waktu secepatnya akan memproses kasus ini, ditambah tadi bapak Gubernur telah melapor langsung di Polda,” ujarnya.
“Begitu juga di DPRD Provinsi, Badan Kehormatan Dewan juga akan memprosesnya sesuai aturan. Kita tunggu saja,” katanya.
Aksi yang dilakukan ratusan orang dalam Forum Rakyat Anti-Hoax Sulawesi Tengah ini dikawal ratusan aparat Polres Palu, dibantu personel Polda Sulteng.
Kapolres Palu, AKBP Mujianto, S.IK. mengatakan personel yang diturunkan sekitar 598 orang gabungan dari Polres Palu dan Polda Sulteng.
Para pendemo membubarkan diri dengan tertib sekitar pukul 16.00 Wita, setelah menyampaikan tuntutan mereka di Polda Sulteng dan DPRD Sulteng.

Sumber : Harian Mercusuar
Sudah dilihat 41 kali

Komentar