Ratusan Korban Banjir Bandang di Sigi Krisis Air Bersih

69875 medium 88e0fe9c 1337 4bd2 9e14 adcda7d11c04 169
Sumber mata air bersih warga di Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah rusak akibat diterjang banjir bandang. Warga terpaksa harus menyeberangi derasnya aliran sungai untuk memperoleh air bersih di Pegunungan Sadaunta.

Sebanyak 174 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak banjir bandang di Desa Namo, Kecamatan Kulawi. Pantauan detikcom di lokasi, mereka terihat berjalan kaki menuju ke pegunungan untuk memperoleh sumber mata air.

Warga mengakui aliran Sungai Sadaunta sangat jernih, sehingga kerap dimanfaatkan oleh warga untuk kebutuhan sehari hari, seperti mandi, cuci piring, dan mengambil air wudhu. Namun karena banjir, air dari aliran sungai tersebut tak lagi jernih, sehingga harus berjalan kaki ke pegunungan menuju sumber air.

"Aliran Sungai Sadaunta sudah tidak jernih seperti dulu lagi setelah banjir pada Selasa malam. Air sudah berwarna coklat dan sangat keruh. Bantuan belum masuk, sehingga terpaksa harus berjalan kaki," kata salah seorang korban banjir Arwin, Rabu (14/8/2019).

Menurutnya, jaraknya tidak terlalu jauh, namun medan untuk tiba di lokasi sumber air bersih harus bisa melewati jalur yang cukup berbahaya karena derasnya aliran sungai.

"Kami harap bantuan air bersih kepada pemerintah. Tidak usah bawa uang dan sembako. Kami hanya butuh air bersih. Apalagi kondisi saat ini mati lampu dan tidak bisa diprediksikan cuaca hingga malam hari," tutur Arwin, sambil mengangkat jeriken berisi air bersih

Dia juga menyampaikan bahwa sebenarnya air yang diperoleh di Pegunungan Sadaunta, tidak terlalu jernih dan masih terlihat keruh. Namun karena kebutuhan air mendesak, sehingga warga terpaksa jalan kaki mencari air di Pegunungan Sadaunta.
Sudah dilihat 14 kali

Komentar