Rapat Berkala Pertama di Tengah Pandemi Covid-19

6 July 2020, 20:58 WIB
4 0 229
Gambar untuk Rapat Berkala Pertama di Tengah Pandemi Covid-19
Selebung, 6 Juli 2020
Lebih kurang 4 bulan Covid-19 menyerang seluruh penjuru dunia termasuk negara kita. Dampak hal tersebut hampir semua aktivitas kehidupan nyaris terhenti termasuk penyelenggaraan proses pendidikan untuk memotong rantai penularan virus yang sangat berbahaya tersebut. Sekolah-sekolah ditutup, kegiatan rapat, seminar-seminarpun tidak boleh dilakukan secara tatap muka kecuali melalui daring atau online.

Namun menghadapi era kehidupan normal baru (new normal), sosialisasi terkait pesiapan menghadapi tahun ajaran baru di tengah pandemi ini sangat dibutuhkan. Persiapan- persiapan tersebut adalah terkait dengan sosialisasi tentang format dan komponen perencanaan pembelajaran, alat-alat pembelajaran yang dibutuhkan, model-model proses pembelajaran, maupun evaluasi pembelajaran jarak jauh atau daring, oleh karena itu, Kepala UPTD Kec. Batukliang Bapak Drs. Yakub bersama Ketua Forum Kelompok Kerja Kepala Sekolah (FK3S) Kec. Batukliang Bapak Mustaam, S.Pd mencoba melaksanakan Rapat berkala yang diselenggarakan hari ini Senin, 06 juli 2020 di SDN 2 Selebung.

Rapat kali ini merupakan rapat berkala pertama di tengah pandemi covid-19. Kendati demikian dalam pelaksanaan rapat berkala kali ini, bapak kepala UPTD tetap menghimbau kepada semua peserta agar tetap mengikuti protokol kesehatan seperti; menggunakan masker, jaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun pada air yang mengalir. Rapat dimulai tepat jam 09.39, diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan dilanjutkan dengan mengheningkan cipta. Selanjutnya acara pengarahan oleh bapak kepala UPTD Pelayanan PAUD dan Dikdas Kec. Batukliang.

Dalam arahannya, beliau menyampaikan rapat ini untuk membahas berbagai hal terkait dengan program-program sekolah dalam menghadapi masuk sekolah pada tanggal 13 Juni 2020. Salah satunya membahas proses pembelajaran jarak jauh. Namun beliau tidak menapikan bahwa belajar jarak jauh pada level SD akan sulit dilakukan. Salah satu alasan beliau adalah karena faktor ekonomi dan kemapuan teknologi bagi anak SD yang masih belum memadai. Ditinjau dari segi ekonomi, para orang tua wali murid rata-rata tingkat ekonomi mereka berada pada ekonomi menengah ke bawah. Lalu bagaimana para orang tua bisa membeli handpone/laptop ataun paket internet sedangkan untuk kebutuhan sehari-hari sangat sulit lebih-lebih di masa pandemi ini.

Oleh karena itu beliau berpendapat bahwa model pembelajaran konvensional atau tatap muka adalah sebuah keniscayaan asalkan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Jadi, setiap sekolah betul-betul mempersiapkan fasilitas sekolah untuk mendukung protokol kesehatan tersebut seperti; tempat cuci tangan, sabun, cairan disinfektan, handsanitizer, dan selalu manjaga kebersihan. Fasilitas lain yang tidak kalah pentingnya adalah; toilet bagi guru dan siswa, kotak UKS dan fasilitas pendukung lainnya.

Terkait dengan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), Bapak Kepala UPT menyampaikan bahwa kebijakan zonasi terkadang kurang difahami oleh para orang tua calon pesrta didk baru. Mereka sudah fahsm dan bisa memilih sekolah-sekolah yang berkualitas untuk anak-anak mereka. Oleh sebab itu beliau menghimbau kepada peseta rapat untuk terus menata sekolah masing-masing dengan indah, membuat program program sesuai harapan para orang tua wali murid dan yang paling penting adalah meningkatkan kualitas proses pembelajaran agar mutu sekolah terus semakin membaik.

Beberapa saat Bapak UPTD mengahiri arahannya, bapak sekda Lombok Tengah Bapak H.M. Nursiah, S.Sos, M.Si bersama bapak sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Lombok Tengah Bapak H. Lalu Muliawan, M.Pd hadir di tengah-tengah peserta rapat berkala kali ini. Beliau (Pak Sekda) langsung didaulat untuk memberikan pencerahan ataupun infotmasi-informasi terbaru terkait dengan perkembangan Kabupaten Lombok Tengah.

Pada awal pidatonya, bapak sekda menyampaikan berbagai persoalan pendidikan di Kabupaten Lombok Tengah misalnya, kondisi fisik sekolah ataupun alat belajar siswa masih belum memadai dan merata disetiap sekolah, namun jangan sampai dengan keterbatasan tersebut lalu kita berpangku tangan atau mogok belajar tampa usaha apapun. Oleh karena itu beliau menghimbau bahwa kita harus terus berkreasi dan berinovasi agar proses pendidikan tetap berjalan dengan baik.

Disamping itu permasalahan yang dihadapi Dinas Pendidikan adalah kukurangan dan tidak meratanya tenaga pendidik maupun tenaga kependidikan. Untuk itu dalam menyelesaikan permasalahan-permasalahan di atas pemerintah kabupaten melalui Dinas Pendidikan terus melakukan pemerataan melalui mutasi guru dan kepala sekolah. Disamping itu juga persoalan-persoalan pendidikan tidak seluruhnya diserahkan kepada bapak Kadis pendidikan, namun hal-hal yang bersifat teknis bisa diselesaikan di tingkat satuan pendidikan, atau bisa dimusyawwarahkan bersama melalui forum-forum musyawwarah salah satunya seperti Forum Kelompok Kerja Kepala Sekolah (FK3S) seperti ini.

Selanjutnya beliau menyampaikan terkait dengan kebiasaan hidup baru. Seperti yang telah disampaikan oleh Bapak Kepala UPTD Kec. Batukliang bahwa, pelaksanaan proses pembelajaran di era ini, siswa belajar tetap melalui tatap muka namun akan dilaksanakan dengan dobel sif. Para siswa dibagi menjadi kelompok-kelompok belajar dengan sarat setiap kelompok tidak lebih dari 20 orang kemudian waktu belajar dikurangi dan tampa ada keluar main.

Di ahir sambatunnya, beliau berharap kepada semua kita untuk tetap solid dan bekerja sama didalam menyelesaikan persoalan-persoalan pendidikan yang sedang kita hadapi, beliau juga menambahkan bahwa kedatangan beliau di rapat berkala kali ini jangan sekali-kali dihubungkan dengan politik karena saat ini belum satupun ada paket calon bupati dan wakil bupati yang resmi. Di akhir sambutannya beliau langsung pamit meninggalkan acara rapat berkala karena masih ada acara lain yang harus beliau hadiri.

Rapat sempat diskor beberapa menit kemudian dilsnjutkan dengan sambutan olek Bapak Sekdis Lombok tengah. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan beberapa hal diantaranya adalah melanjutkan apa yang telah disampaikan oleh Bapak Sekda yaitu terkait dengan program Bapak Kapolda NTB yaitu kampung SEHAT (Steril Ekonomis produktif Harmonis Asri Tangguh). Beliau melanjutkan secara teknis dilapangan program ini sebagai salah satu upaya kita untuk menciptakan kondisi baik agar terhindar dari serangan pandemi covid-19. Dinas pendidikan Lombok Tengah merasa memiliki rasa tanggung jawab moral untuk mendukung program ini. Salah satu dukungan riil Dinas Pendidikan Lombok melalui sosialisasi dengan menghimbau semu satuan pendidikan yang ada di Lombok Tengah khususnya pada tingkat pendidikan dasar untuk memasang spanduk terkait dengan program Lingkungan SEHAT jelas Bapak Sekdis. Terkait dengan tema pada spanduk masih menunggu edaran dari Bapak Kadis, demikian imbuhnya.

Hal penting lain yang disampaikan pak Sekdis adalah terkait dengan Peneriman Peserta Didik Baru (PPDB) tahun pelajaran 2020/2021. Dalam hal ini belaiu menghimbau seandainya masih ada para orang tua yang datang mendaftarkan anaknya sekalipun masa PPDB sudah ditutup, maka pihak sekolah harus tetap menerima. Bahkan Ketika ada calon siswa yang belum daftar ataupun putus sekolah karena kendala biaya, pihak sekolahpun harus menulusuri mereka agar jangan sampai ada anak-anak yang tidak sekolah. Beliau berprinsip bahwa apabila di sebuah sekolah jumlah lulusan ada100 orang siswa, maka yang mendaftarpun minimal harus berjumlah 100 orang. Jadi jumlah perserta didik yang keluar harus berbanding lurus dengan jumlah pendaftar peserta didik baru bahkan sebaiknya harus lebih. Demikian penutup dari sambutan Bapak Sekdis Pendidikan Kab. Lombok Tengah. Selanjutnya rapat berkala ditutup dengan do'a tepat pada pukul 12.00 siang. (Zul)

  Komentar untuk Rapat Berkala Pertama di Tengah Pandemi Covid-19

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!

Other Posts

Terkait

Terbaru

Berita Warga
7 jam

Penanganan Jenazah COVID-19

𝙈𝙊𝙃𝘼𝙈𝙈𝘼𝘿 𝙅𝘼𝙀𝙉𝙐𝘿𝙄𝙉  di  Cimenyan, Bandung Kabupaten

Terpopuler

  1. Penyebaran Covid-19 di Ruang Tertutup

    Nawir Sikki  di  Manggala, Makassar  |  4 Aug 2020
  2. GELIAT BANK SAMPAH PUTRI MANDIRI DIMASA PANDEMI

    Indah wahyuni  di  Kebomas, Gresik  |  4 Aug 2020
  3. Urgensi INPRES No. 6 Tahun 2020, Diketahui Warga…!!

    Nawir Sikki  di  Manggala, Makassar  |  6 Aug 2020
  4. INOVASI IBU IBU PKK RT.43 RW.09 KRICAK KIDUL YOGYAKARTA

    mas Har  di  Tegalrejo, Yogyakarta  |  3 Aug 2020

Komentar Terbanyak

  1. 56
    Komentar

    GELIAT BANK SAMPAH PUTRI MANDIRI DIMASA PANDEMI

    Indah wahyuni  di  Kebomas, Gresik  |  4 Aug 2020
  2. 25
    Komentar

    Mendampingi Desa dalam Aksi Melawan Covid-19

    bayu permana  di  Parungkuda, Sukabumi Kabupaten  |  4 Aug 2020
  3. 17
    Komentar

    Kolaborasi Kuliner di Era Pandemi

    Narumi Akana  di  Wonosobo, Wonosobo  |  4 Aug 2020
  4. 14
    Komentar

    PENDEKAR WARAS, PENYAMBUNG TANGAN PEMKOT MADIUN ATASI COVID-19

    Dhevi Citra  di  Manguharjo, Madiun Kota  |  4 Aug 2020