Ranjau Jeruk Mengintai Pengguna Jalan

12788 medium data

Beragam cara dilakukan untuk menyiasati persaingan hidup yang kian keras, mulai dari pelabelan nama kiliner yang aneh-aneh, sampai pada pemakaian buah berisi paku. Berharap menuai untung, beberapa pelaku kejahatan ini mengemas aksinya dengan gaya baru. Yaitu, dengan menebar buah jeruk berisi paku.

Salah satu korban, Kades Cibadak Desa Sukamakmur, Ulung Saputra mengaku sempat melindas jeruk berisi paku belum, Kamis (25/05). Karenanya , kendaraan yang ditumpanginya bocor ban.

“Saya aneh, saat cek ban saya yang bocor, kok diantara paku ada kulit jeruknya dan terlihat bekas jeruk,” tukasnya. Karenanya, ia mulai menyadari para penyebar paku mulai menggunakan jeruk sebagai media baru untuk melancarkan aksinya. “Jadi bermodal jeruk. Cost-nya nambah,” candanya.

Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Sukamakmur, Ipda Lilik Setyo Pamuji tak menampik adanya kegiatan kejahatan penebar paku jalan. Terlebih lagi mendekati di momentum puasa dan lebaran. Namun, untuk modus ini ia mengaku masih menyelidiki kebenarannya.

“Kami belum dapat laporan. Jika ada, ini bagian dari modus pengusaha bengkel nakal yang berniat mencari keuntungan lebih besar,” kata dia.
Tak hanya di Kecamatan Sukamakmur, informasi itu menyebar hingga ke area Kecamtan Gunungputri, Kecamatan Citeureup dan Kecamatan Cileungsi.

Kanit Lantas Polsek Cileungsi, AKP Yayan Suharyana menghimbau, agar para pengendara lebih berhati-hati saat menemukan jeruk di tengah jalan. Meski belum terdapat laporan korban, di area Cileunsi patut menjadi kewaspadaan.

“Di sini banyak bengkel-bengkel. Khawatir ada yang nakal, karenanya wajib untuk waspada,” imbaunya. Menurutnya, modus tersebut tak lebih untuk meningkatkan keuntungan pengusaha nakal. Dengan menebar paku di jalan, tingkat kunjungan konsumen akan semakin bertambah.
“Jika ada yang melihat gelagat aneh dari pengendara jalan. Membuang jeruk atau terlihat menyebar paku, jangan sungkan untuk melapor. Pasti kami tindak,” ujarnya.

Semoga para pengguna jalan lebih berhati-hati. Bukan tidak mungkin modus serupa dipakai di daerah lain.

Disarikan dari pojoksatu
Sudah dilihat 124 kali

Komentar