PUTRI

Header illustration
Gadis manis itu bernama Putri, biasanya selepas maghrib dia akan datang kerumah dua minggu sekali atau paling lama sebulan sekali. Mengucap salam sambil tersenyum, mencium tangan lalu akan berkata:
“bi, numpang sholat ya”

Entahlah saya lupa semenjak kapan mengenal Putri ini, saya hanya ingat suatu malam selepas sholat Maghrib seorang anak perempuan kecil kurus berdiri di depan pintu pagar didepan rumah meminta belas kasih, saya ajak masuk kedalam rumah mengajaknya makan bareng bersama anak istri saya lalu setelahnya saya beri uang.

Dirumah, saya memang betul-betul menanamkan dalam jiwa anakanak saya untuk memberi kepada siapapun yang datang meminta tanpa harus bertanya: kenapa meminta? Karena menurut saya pertanyaan seperti itu hanya akan berujung pada sikap pembenaran untuk tidak berbagi.
“badannya kekar masa mintaminta?”
“emang benar itu proposal sumbangan?”
Urusan mereka mau menipu atau tidak menipu adalah urusan mereka dengan Gusti Allah, urusan saya adalah memberi jika ada dan meminta maaf jika tidak ada. Sesederhana itu. Karenanya jika ada siapapun yang datang baik pengemis atau pengamen maka ketiga anak saya yang masih kecilkecil akan berebut untuk memberikan uang walau cuman seribu atau duaribu rupiah.

Semenjak itu, secara rutin Putri kecil yang yatim piatu ini datang kerumah, sampai beberapa tahun kemudian dia membawa seorang anak perempuan yang lebih kecil dan diperkenalkanlah sebagai adiknya. Selanjutnya Mereka berdua datang secara bergantian atau bersama-sama.

Sekarang Putri sudah besar umurnya sekitar 19 tahun demikian juga adiknya yang sudah kelas 3 SMP. Banyak cerita khas anak jalanan yang diceritakan kepada saya, dari masalah narkoba sampai human trafficking (perdagangan manusia), saya pernah wantiwanti kepadanya agar berhatihati menerima tawaran kerja dengan gaji yang menggiurkan dari orang yang tidak dikenal, putri hanya tersenyum pahit sambil berkata:
“saya pernah mengalaminya bi”

Sekarang sudah hampir 3 bulan Putri ataupun adiknya tidak ada yang datang, semoga tidak terjadi apaapa dengan mereka atau merasa tidak enak hati kepada saya saat terakhir bertemu saya katakan:

“put, hidup ini terus berputar apakah kamu tidak ingin berubah? Apakah selamanya kamu akan hidup di jalan?”

“kerja itu impian putri, tapi putri harus kerja apa karena cuma tamat SD?” jawabnya

Sejenak saya terdiam mengingatingat teman yang bisa memberikan pekerjaan kepada Putri, dan saya buruburu telpon seorang teman kuliah bernama ibu xena yang sedang mengurus pemberangkatan TKI ke Brunai Darussalam dan saya meminta agar segala sesuatu serta abcdnya bisa diaturkan untuk Putri, dan diapun menyanggupinya.

Lalu saya katakan kepada Putri “sekarang ada kerjaan ke luar negri jika kamu mau”

“baiklah bi saya akan pamit kepada paman saya”

Itulah katakata terakhir putri yang saya ingat..
Sudah dilihat 18 kali

Komentar