Puluhan Warga Gelar Aksi Damai Tuntut Pembongkaran Bangunan Villa yang Gunakan Bantaran Sungai dan Diduga Tidak Berizin

3 1 336
Gambar untuk Puluhan Warga Gelar Aksi Damai Tuntut Pembongkaran Bangunan Villa yang Gunakan Bantaran Sungai dan Diduga Tidak Berizin
AtmaGo, Tuntang -- Puluhan warga RW 5 Dusun Karang Nongko, Desa Gedangan, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang gelar aksi damai meminta Pemerintah Kabupaten Semarang membongkar bangunan Villa Intara yang diduga tidak mempunyai Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan didirikan diatas bantaran sungai Kali Kerok, Jumat (30/3).

Pada saat melakukan aksi damai, sebagian warga RW 5 membawa poster yang bertuliskan "Bongkar!! Bangunan tidak berijin dan menyalahi aturan", serta poster lain bertuliskan "Warga RW 5 Menolak Keras Pembangunan yang Tidak Ramah Lingkungan".

Kades Gedangan, Daroji menyampaikan bahwa awal mula protes warga bermula dari pendirian bangunan oleh pengembang Villa Intara tidak mengindahkan permohonan warga untuk tidak menggunakan bantaran sungai Kali Kerok sebagai prasyarat warga menyetujui izin pembangunan Villa Intara.

Dijelaskan lebih lanjut oleh Daroji, saat ini warga berharap Pemerintah Kabupaten Semarang menertibkan bangunan perumahan Villa Intara yang menggunakan bantaran sungai. Warga tidak menghalangi pembangunan bila hak sungai dikembalikan seperti sedia kala.

Pada saat bersamaan pengembang/pemilik lahan dan bangunan Villa Intara, Azis warga Cabean Kota Salatiga, datang dan menjelaskan tentang status kepemilikan dan luas lahan miliknya serta menyatakan bahwa dirinya telah memperoleh izin untuk lahannya dijadikan pemukiman oleh Pemerintah Kabupaten Semarang.

Salah seorang warga yang enggan disebut namanya dan telah berdomisili di sekitar Villa Intara, menyatakan bahwa dengan adanya pembangunan Villa Intara yang menjorok ke sungai, membuat arus air saat penghujan berubah arah ke tanah di sebrang bangunan dan menggerus tepi tanah warga tersebut. Dia juga menyampaikan sejak masih kecil sungai sudah ada dan dulu dialiri air secara terus menerus dan oleh warga disebut Kali Kerok, dan bukan buatan manusia.

Warga tersebut juga mengatakan bahwa pengembang/pemilik lahan telah diingatkan namun tidak pernah mengindahkan sehingga warga akhirnya bungkam.

Secara terpisah seorang warga RT 02 RW 5 Widodo (55) yang kebetulan memiliki lahan satu blok dengan lahan Vila Intara, mempertanyakan status sertifikat tanah jika memang benar bisa dijadikan kawasan pemukiman kepada Pemerintah Kabupaten Semarang. Menurutnya dirinya sama - sama pernah mengurus perubahan status dari kawasan pertanian ke pemukiman tapi tidak berhasil.

"Kalau ada permainan saya tidak tau, karena saya yang sama - sama mempunyai lahan di area ini tidak berhasil merubah status tanah untuk area pemukiman, kalau ini bisa saya justru mempertanyakan Pemerintah Kabupaten Semarang?" ujar Widodo.

  1 Komentar untuk Puluhan Warga Gelar Aksi Damai Tuntut Pembongkaran Bangunan Villa yang Gunakan Bantaran Sungai dan Diduga Tidak Berizin

Tulis komentarmu...

Other Posts

Terbaru


Terpopuler

  1. "Daring Sosialisasi Peta Bencana.id disaat Pandemi"

    Saffanah Mubarok  di  Banyuwangi, Banyuwangi  |  20 Nov 2020
  2. Situasi dan Kondisi Bukan Hambatan Petani

    Izzatul Fajriyah  di  Brondong, Lamongan  |  22 Nov 2020
  3. Beritakan Lingkungan Sekitar, Pemuda Lamongan Adakan Kelas Jurnalisme Warga

    Zuria Qurrotul Aini  di  Brondong, Lamongan  |  22 Nov 2020
  4. GURU TK ABA MENCOREK BERTEKAD MEMBENTUK KARAKTER ANAK DIPENDIDIKAN USIA DINI

    Roy cahya pratama putra  di  Brondong, Lamongan  |  22 Nov 2020

Komentar Terbanyak

  1. 3
    Komentar

    The Secret of happiness

    Umi Hadiqotul Jannah  di  Jombang, Jember  |  21 Nov 2020
  2. 2
    Komentar

    Situasi dan Kondisi Bukan Hambatan Petani

    Izzatul Fajriyah  di  Brondong, Lamongan  |  22 Nov 2020
  3. 2
    Komentar

    GURU TK ABA MENCOREK BERTEKAD MEMBENTUK KARAKTER ANAK DIPENDIDIKAN USIA DINI

    Roy cahya pratama putra  di  Brondong, Lamongan  |  22 Nov 2020
  4. 2
    Komentar

    GESEKAN YANG POSITIF

    TOKHIDUL MIKBAR  di  Jatibarang, Brebes  |  21 Nov 2020