Proses Identifikasi Warga Binaan Oleh Disdukcapil Untuk Pilkada Serentak 2018

23785 medium proses identifikasi warga binaan oleh disdukcapil untuk pilkada 408888
AtmaGO Subang- Sebanyak 595 warga Binaan di Lapas Kelas IIA Subang teridentifikasi belum memiliki Kartu Tanda Penduduk elektronik. Maka untuk keperluan Pilkada Serentak pihak Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Subang melakukan pendataan kepada Warga Binaan.

Menurut Komisioner Divisi Data KPU Kabupaten Subang, Suryaman pihaknya bekerja sama dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Subang melakukan identifikasi.

“Pendatan ini (dilakukan) berkaitan dengan kewajiban pemilih untuk menunjukkan identitas dengan KTP elektronik (atau Suket). Sedangkan tidak semua Warga Binaan memiliki KTP. Maka sekarang kami bersama Disduk Capil mendata (warga binaan),” ujar Suryaman di Lapas Subang, Senin (9/4).

Pendataan ini merupakan tindak lanjut dari Pencocokan dan Penelitian (Coklit) yang dilakukan oleh Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) beberapa waktu lalu.

Kemudian menurut Kepala Bidang Pendaftaran Penduduk, Ahmad Fauzi pihaknya di hari pertama sekarang menemukan 9 orang warga binaan yang telah memiliki KTP elektronik sedangkan sisanya masih dilakukan pendataan. Apabila telah dilakukan pendataan melalui identifikasi Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan identifikasi biometrik kemudian akan dibuatkan KTP elektroniknya yang diserahkan kepada Kepala Lapas.

“Jadi ketika mereka selesai (menjalani hukuman). Mereka punya identitas (berupa KTP elektronik),” katanya.

Dari data terdapat 628 warga binaan yang memiliki hak pilih. Kata Suryaman mereka akan melakukan pemilihan di TPS di dalam lokasi Lapas yang menjadi bagian TPS di Kelurahan Sukamelang Kecamatan Subang Jawa Barat.

Menurut data Lapas jumlah warga binaan di Lapas Kelas II A Subang sebanyak 906 orang yang terdiri dari 196 tahanan dan 710 narapidana.

Komentar