PRAMUKA SIAPA YANG PUNYA (?)

26 January 2020, 06:24 WIB
6 0 181
Gambar untuk PRAMUKA SIAPA YANG PUNYA (?)
DIKPORA KLU - Di lapangan panas itu: Siaaap...graak...! Istrirahat ditempaaat....graaak ! Demikian terdengar lengkingan teriakan dari para siswa yang tergabung dalam Gerakan Pramuka di suatu Gugus Depan. Para adik-adik Pramuka itu sangat antusias mengikuti latihan rutin pada sore hari. Kakak pembina putra dan kakak pembina puteri dibantu dengan pembina damping menyampaikan beberapa petunjuk yang harus dilakukan oleh adik-adik Pramuka.

Gerakan Pramuka merupakan suatu pendidikan yang unik, karena memiliki prinsip dasar dan metode kepramukaan yang berbeda dengan metode-metode pendidikan dikeluarga, disekolah, maupun metode pendidikan di masyarakat.

Ki Hajar Dewantara sebagai mencanangkan "Tri Pusat Pendidikan", yaitu (1) pendidikan Keluarga, merupakan pendidikan pertama dan yang utama; (2) pendidikan di sekolah, kelanjutan dan peningkatan pendidikan keluarga, karena sulitnya kesempatan dan adanya berbagai kecakapan yang tidak bisa diberikan dalam keluarga atau karena kemajuan iptek, tdk bisa dibina dalam pendidikan keluarga & (3) pendidikan di masyarakat, sebagai complement dan suplement dari kedua pendidikan sebelumnya tadi.

Pendidikan Keluarga memiliki beberapa kelebihan dan kelemahan. Kelebihannya: (1) berjalan alami, orang tua sebagai pendidik bertanggung jawab penuh; (2) alamiah, orangtua tak ingin anaknya sengsara. Tanggung jawab orang tua sebagai pendidik, inilah keunggulan dalam pendidikan ini;(3) bagian dari kebudayaan, karena pendidikan di lingkungan keluarga ini disebut "pasca-figaratif", atau pendidikan yang telah dibingkai figura normatif, yang terbingkai oleh syarat-syarat ketat tentang norma-norma keluarga, pendidikan yang tidak tertulis, sehingga anak belajar tidak merasa seperti belajar. Adapun kelemahannya (1) berjalan tanpa skenario, monoton, tanpa evaluasi yang memadai, tujuan yang hendak dicapai tidak dirumuskan; (2) semakin banyak orang tua yang menyerahkan 100% anaknya kesekolah, akibatknya tanggung jawab moral atau aspek-aspek afektif menyangkut norma, nilai-nilai luhur, budi pekerti, sopan santun, pengamalan agama menjadi terabaikan & (3) makin banyak ortu yang tidak peduli dengan pendidikan anaknya.

Pendidikan disekolah memiliki keunggulan; tujuan telah ditetapkan melalui perencanaan yang baik, pendidiknya, mata pelajaran, sarana, semuanya telah disiapkan sehingga proses transformasi berjalan sesuai yang dikehendaki atau paling tidak mendekati sasaran yang diharapkan. Adapun kelemahannya (1) murid dikelas relatif banyak, sehingga guru tidak maksimal mengawasi anak satu persatu; (2) berlangsung formal, sehingga anak-anak sering merasa bosan. Sekolah (seringkali) menyuruh anak-anak agar menguasai seluruh mata pelajaran, namun tidak mendidik anak untuk "bagaimana belajar";(3) masih ada guru yang berkemampuan lemah atau tidak memenuhi standar, karena banyak yang jadi guru karena keterpaksaan mencari kerja semata, bukan karena tujuan idealisme pendidikan & (4)masih ada guru yang hanya bisa mengajar namun belum maksimal mendidik.

Pendidikan di masyarakat pun memiliki keunggulan dan kelemahan. Keunggulannya: (1) banyaknya waktu bagi anak-anak untuk berada dilingkungan pergaulan ini, sehingga memungkinkan anak-anak memperoleh pendidikan yang baik; (2) berjalan alami, sehingga anak-anak tidak merasa digurui, pendidikan berjalan sesuai dengan "pengalaman" yang diinginkan peserta didik; (3) adanya pendidikan life skill terstruktur seperti kursus-kursus yang menyediakan ketrampilan kecakapan dalam waktu singkat, sehingga peserta dapat memperoleh sesuai kebutuhannya. Sebaliknya pun pendidikan dimasyarakat memiliki kelemahan (1) paling esensial, pendidikan dimasyarakat tidak semuanya baik, padahal ini menjadi penentu berhasil tidaknya pendidikan di masyarakat; (2) kursus yang tersedia biasanya tidak membentuk karakter, tapi hanya menyiapkan ketrampilan dan kecakapan kerja saja; (3) kursus waktunya pendek, sehingga tidak membentuk prilaku anak; (4) kursus berlangsung seperti sekolah formal, sehingga anak-anak merasa bosan dan (5) biasanya sulit dikontrol oleh pemerintah maupun keluarga, karena jarak, waktu dan ruang tidak menentu.

Melengkapi kelemahan itu, maka "Praja Muda Karana" atau PRAMUKA hadir sebagai wujud kepedulian dan tanggung jawab terhadap keberlangsungan pendidikan anak-anak bangsa Indonesia. Gerakan Pramuka sebagai organisasi pendidikan luar sekolah dan diluar pendidikan keluarga, yang menggunakan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan adalah bersifat: Nasional, Internasional dan universal dengan Prinsi Dasarnya sebagai berikut (1) Imtaq kepada Tuhan Yang Maha Esa, prinsip ini mendasari prinsip lainnya, karena setiap anggota pramuka harus menjalankan kewajibanya terhadap Tuhan Yang Maha Esa; (2) peduli kepada Bangsa, Negara, sesama manusia dan alam beserta isinya; (3) peduli pada diri sendiri dan (4) taat pada kode kehormatan Pramuka.

Pendidikan Kepramukaan yang berpangkalan di sekolah yang merupakan Gugus Depan (Gudep), seyogyanya dalam setiap pelatihan memiliki Metode Kepramukaan. Metode Kepramukaan berkenaan dengan bagaimana cara memberikan pendidikan watak kepada peserta didik melalui kependidikan kepramukaan yang menarik, menyenangkan dan menantang. Tentunya harus disesuakan dengan situasi dan kondisi serta kesiapan dari peserta didik.

Metode Kepramukaan ini harus dimiliki para pembina di Gugus Depan, kemampuan ini dapat diperoleh melalui kursus-kursus pembina Pramuka, dimulai dari KMD, KML dan seterusnya. Kelemahan yang utama pada hampir semua Gugus Depan itu adalah masih kurangnya pembina, baik dari segi kemampuan kepramukaan maupun dari jumlahnya. Disinilah peran dari Mabigus, Kwarcab, Kwarda maupun Kwarnas kedepannya memprioritaskan pelatihan/kursus pembina disetiap gugus depan. Gerakan Kepramukaan bisa bermitra dengan Dinas Pendidikan sesuai tingkatan dan kewenangannya, untuk melakukan pelatihan/kursus ini, anggarkan dengan serius di APBN/APBD agar tidak membebankan lagi kepada Gudepnya.

Kesinambungan Pendidikan Kepramukaan merupakan tanggung jawab bersama diseluruh instansi pemerintah, dan eleman bangsa lainnya. Ujung tombak anggota pramuka itu ada di gugus depan yang berpangkalan disekolah. Lirik mereka ini, sentuhlah dengan baik dan bijak, karena di gugus depan di sekolah-sekolah itulah kelak estafet kepemimpinan Bangsa ini diserahkan !

Demikian, semoga bermanfaat.
Salam Pramuka...!! 💪💪
_____________________________
Sumber: Kwarcab Kota Palu

#dikporaklu
#fauzan
#pemdalombokutara
#najmulakhyar
#atmago

  Komentar untuk PRAMUKA SIAPA YANG PUNYA (?)

Masuk ke akun AtmaGo kamu untuk ikut memberi komentar!

Masuk  atau  Daftar
Jadilah yang pertama memberi komentar!

Related Posts

Terbaru

Berita Warga
6 menit

Yuk Bantu Temukan Pak Rebo

𝙈𝙊𝙃𝘼𝙈𝙈𝘼𝘿 𝙅𝘼𝙀𝙉𝙐𝘿𝙄𝙉  di  Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

Terpopuler

  1. SELAMAT KEPADA BUPATI LOMBOK UTARA

    @ichaq_rasyid  di  Praya, Lombok Tengah  |  12 Feb 2020
  2. Atraksi Teaterikal Peserta Karnaval Putri Mandalika 2020

    Zulkarna  di  Batukliang, Lombok Tengah  |  14 Feb 2020
  3. KABID ILMATE PERINDUSTRIAN PROVINSI NTB KUNJUNGI PENGRAJIN ALAT PERTANIAN DI DUSUN BEREMBENG

    Lalu Iskandar  di  Jonggat, Lombok Tengah  |  15 Feb 2020
  4. Jatuh Cinta Pada Menulis Hingga Menahodai Sebuah Komunitas

    Niya Kaniya  di  Kopang, Lombok Tengah  |  15 Feb 2020

Komentar Terbanyak

  1. 5
    Komentar

    Bakesbangpoldagri: Banyak Wilayah di NTB Terpapar Narkoba

    Arianto  di  Batukliang, Lombok Tengah  |  13 Feb 2020
  2. 4
    Komentar

    Jatuh Cinta Pada Menulis Hingga Menahodai Sebuah Komunitas

    Niya Kaniya  di  Kopang, Lombok Tengah  |  15 Feb 2020
  3. 4
    Komentar

    Kegiatan Aisyiyah Kec. Mergangsan meriah

    Rita Jatmikowati  di  Mergangsan, Yogyakarta  |  14 Feb 2020
  4. 2
    Komentar

    Antara Nilai dan Nilai Nilai

    Muhammad Rizal Suryadin  di  Batukliang, Lombok Tengah  |  11 Feb 2020