PPDB Online Banten Kacau

27156 medium ppdb banten

PPDB Online yang salah satu tujuannya adalah memudahkan justru membuat beberapa orangtua calon siswa panik. Banyak hal teknis yang masih menjadi kendala. Seperti yang terjadi di Banten, orangtua calon siswa menggeruduk kantor Dinas Pendidikan Provinsi Banten di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten, Curug, Kota Serang, Senin (25/6/2018). Sebabnya, kendala teknis pada pendaftaran peserta didik baru (PPDB) online untuk SMA/SMK kian membuat panik orang tua siswa.
Kedatangam mereka untuk mengadukan sistem PPDB yang kerap error.Salah seorang warga Kota Serang yang tidak mau disebutkan namanya, mengatakan, jika sistem PPDB online sering mengalami gangguan teknis. Bahkan dirinya menyarankan agar penerimaan siswa baru kembali ke sistem manual. Ia menuturkan, berdasarkan informasi yang didapat jika calon siswa tidak lolos bisa mencabut berkas dan bisa mendaftar ke sekolah lain.
Semntara, Sekretaris Dindikbud Banten Joko Waluyo mengklaim hingga saat ini PPDB online masih lancar. Meski begitu, ia mengakui jika dalam dua hari kemarin terdapat kendala teknis.
“Insya Allah sekarang lancar-lancar saja. Untuk posisi pendaftar saat ini sudah mencapai 100 ribu lebih,” kata Joko saat ditemui di Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Kota Serang.
Mengenai permintaan wali murid yang menginginkan pendaftaran siswa baru kembali ke sistem manual, Joko menjelaskan hal itu tidak bisa diubah. Jika diubah akan merubah prinsip transparansi dan akuntabilitas. Ia mengungkapkan, jika pada saat mendaftar banyak kesalahan yang dilakukan.
“Kaya salah klik harusnya Kota Serang malah masuk Kabupaten Serang. Begitu dicari otomatis kecamatannya Anyer, ya iya lah salah. Makanya mereka ke sini mau mereset itu,” kata Teddy.
Ia menilai, kesalahan kecil tapi berdampak cukup signifikan itu harusnya tudak terjadi apabila oarang tua tidak oanik. “Sebenarnya kan itu di web sudah jelas ada SMA yah klik SMA yang mau ke SMK yah klik SMK. Aplikasinya kan yang ngatur sisrem, kalau salah klik yang sudah ke record nggak bisa diulang., kalaupun mau dihapus dulu baru bisa daftar lagi,” ujarnya.
Soal adanya pendapat banyaknya orang tua yang gagap teknologi (gaptek), Teddy menilai, hal itu bukan sebuah alasan. “Sekarang dengan adanya teknologi mereka bisa online, bisa pesen apa aja secara online. Dan soal admin yang di sekolah mereka kaya nggak mau repot terus dikirim ke kita,” katanya. Semoga segera teratasi dengan baik. Ayo share beragam info yang terjadi disekitarmu di AtmaGo, warga bantu warga.(bantennews)

Sudah dilihat 91 kali

Komentar