Populasi Badak Indonesia Terancam Punah

66934 medium img 20190715 wa0006
Oleh : Husnul Khatimah

BOGOR TIMUR, AYOBOGOR.COM -- Yayasan Badak Indonesia (YBI) mengungkapkan bahwa populasi badak di Indonesia terus menurun seiring dengan beralih fungsinya tempat hidup atau habitat badak.

"Kondisinya memang menurun karena perubahan lahan habitatnya berkurang. Habitat yang baik untuk dia sudah dihuni oleh orang sehingga badaknya bergeser ke tempat-tempat yang sulit dan terpisah-pisah sehingga satu sama lain tidak berhubungan," ujar Direktur YBI Widodo Ramono di Bogor, Senin (15/7/2019).

Dia mengatakan, salah satu jenis badak yang terancam punah adalah badak Sumatera. Saat ini badak Sumatera hanya menyisakan sebanyak 24 ekor badak.

"Untuk badak Sumatera ini masalahnya memang rumit karena masalah perubahan lahan, penggunaan-penggunaan untuk kepentingan lain, terputusnya jalur migrasi dan lain sebagainya itu membuat badak sumatera sudah sangat menurun jumlah individunya itu juga harus diselamatkan," katanya.

Selain alih fungsi lahan, perilaku kawin badak Sumatera juga menjadi alasan berkurangnya populasi badak ini. Menurut Ramono badak betina dan jantan hanya akan bertemu selama 4 hari dalam hitungan 24 hari.

"Badak betina mau ditemui dalam 24 hari itu cuma 4 hari dan diantara 4 hari ini yang paling baik untuk kawin pada waktu bakal telurnya ada dan itu hanya terjadi 1 hari kalau tidak ketemu badak jantan dalam 1 hari itu maka tidak beranak karena itu perlu dikelola badak itu agar bertemu diwaktu yang pas," katanya.

Sementara untuk jenis badak lainnya yakni badak Jawa saat ini berjumlah sebanyak 70 ekor dan berada di habitat yang aman yakni di Taman Nasional Ujung Kulon.

"Taman Nasional Ujung Kulon sendiri ada lautnya jadi aman dan kami dari Yayasan Badak Indonesia turut membantu untuk perlindungan di sana. Ada lima unit raid proteksion yang membantu di sana dan sejak Raid proteksion membantu di sana tahun 1998 tidak ada perburuan liar terhadap badak Jawa," ungkap Ramono.

Ramono berharap berkurangnya populasi badak di tanah air menjadi perhatian bersama. Menurutnya tidak ada cara lain untuk melestarikan hewan ini dengan mengembalikan habitat badak seperti semula.

"Kedepan karena ini satwa liar harus dikembalikan ke habitatnya. Habitat yang ada sekarang dan yang digunakan untuk kepentingan lain yang sudah beralihfungsi itu harus dikembalikan. Kemudian juga memikirkan srateginya bagaimana mendapat anak badak sebanyaknya dalam kondisi baik, dengan memanage masa perkawinannya," tukasnya.

Sudah dilihat 34 kali

Komentar