Polemik R3: Warga Kembali Desak Pembukaan Jalan

7 May 2019, 14:41 WIB
1 0 53
Gambar untuk Polemik R3: Warga Kembali Desak Pembukaan Jalan
Oleh : Husnul Khatimah

BOGOR TIMUR, AYOBOGOR.COM --Warga Katulampa kembali melakukan aksi mendesak Pemerintah Kota Bogor membuka Jalan Regional Ring Road (R3). Sejak jalan ditutup sekira lima bulan lalu, aksi ini merupakan aksi ketiga kalinya yang digelar oleh warga.

Koordinator Aksi Katulampa Bersatu, Dadan Suhendar mengatakan, aksi yang digelar Minggu (5/5/2019) itu menindaklanjuti perwakilan Pemerintah Kota Bogor pada tanggal 31 Maret 2019 lalu yang berjanji akan membuka jalur R3 sebelum bulan Ramadan namun nyatanya hingga kini jalan tak kunjung dibuka.

"Jika janji belum ditepati, kami tetap akan mentaati proses hukum yang sedang berjalan. Tapi kami tetap meminta komitmen kepada Pengadilan Negeri Bogor, Wali Kota Bogor dan pihak pemilik lahan terkait dapat secepatnya membuka jalur R3," katanya.

Dadan mengatakan akibat penutupan jalan warga terpaksa melewati jalur Parung Banteng, Bantar Kemang yang akibatnya terjadi kemacetan di jalur tersebut. Kemacetan itu menggangu dan menghambat aktiviras warga seperti aktivitas perjalanan ke kantor, sekolah dan bahkan berimbas pada aktivitas perekonomian usaha-usaha kecil di area penutupan R3.

"Sekarang ini, kami harus rela bermacet-macetan melalui jalur lama yakni lewat jalur Parung-Banteng yang sempit dan sudah tidak layak untuk transportasi. Normalnya kalau tidak ditutup atau tidak ada kemacetan bisa sekitar 20-30 menit. Tapi kalo tidak normal bisa 2-3 jam," ungkapnya.

Sementara itu Camat Bogor Timur, Adi Novan, megatakan pihaknya saat ini tengah menunggu keputusan pemilik lahan terkait adanya pengajuan kasasi atau tidak setelah keberatan pemilik lahan soal bentuk ganti rugi ditolak oleh PN Bogor.

"Jadi, kita masih menunggu apakah ada penolakan atau tidak dari pihak pemilik lahan. Kita tunggu selama 14 hari kedepan terhitung mulai hari Kamis kemarin," katanya.

Adi pun memastikan bahwa uang ganti rugi lahan sudah masuk dalam APBD Kota Bogor dan tinggal menunggu proses hukum untuk diserahkan kepemilik lahan.

"Namun, yang masih mengganjal sampai dengan saat ini adalah pemilik lahan masih bersikukuh pada beberapa item yang tidak masuk dalam perhitungan apraisial, diantaranya tentang kompensasi. Kompensasi yang dimaksud adalah ganti rugi selama lahan ini dipakai oleh Pemda," katanya.

  Komentar untuk Polemik R3: Warga Kembali Desak Pembukaan Jalan

Masuk ke akun AtmaGo kamu untuk ikut memberi komentar!

Masuk  atau  Daftar
Jadilah yang pertama memberi komentar!