PMI tanam sejuta lebih tanaman mangrove sebagai paru-paru dunia

26 July 2019, 12:08 WIB
1 0 227
Gambar untuk PMI tanam sejuta lebih tanaman mangrove sebagai paru-paru dunia
26 Juli Hari Mangrove Sedunia, PMI Ikut Selamatkan Mangrove



Tahukah kamu, pada hari ini, setiap tanggal 26 Juli, diperingati sebagai Hari Mangrove Sedunia. Sebagai negara yang dikaruniai mangrove terluas di dunia, sudah sewajarnya hari ini kita meluangkan waktu sejenak untuk merenungkan pelajaran yang kita peroleh dalam mengelola mangrove kita selama ini.
Berbagai lembaga turut andil dalam rangka upaya pelestarian ekosistem mangrove yang menjadi penyumbang udara segar dunia.
Seperti yang dilakukan lembaga kemanusiaan Palang Merah Indonesia (PMI). Di sepanjang tahun ini PMI telah melakukan penanaman mangrove dan pembuatan rumah-rumah pembibitan mangrove dalam rangka mengatasi abrasi pantai, dengan dukungan beberapa lembaga lainnya seperti Palang Merah Amerika (American Red Cross), USAID dan IPB.

“Kegiatan ini sebagai upaya bagian dari pengurangan risiko di daerah rawan bencana yang telah dilakukan dalam serangkaian program di beberapa provinsi yang meliputi Provinsi Jawa tengah, Provinsi Aceh, dan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), dan memperluas pada tahun ini ke wilayah Bengkulu dan NTT di wilayah pesisir melalui dukungan Palang Merah Jepang dan Australia,” kata Herry Firmansyah, Program Manager Pengurangan Resiko bencana berbasis masyarakat (PERTAMA) wilayah Pesisir, Kamis (26/7).
Menurutnya, dengan membentuk dan membina para relawan desa yang tergabung dalam Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT) untuk Program Pengurangan Risiko Terpadu Berbasis Masyarakat, PMI sudah menanam jutaan jutaan ribu mangrove yang tersebar di beberapa wilayah.
“Kita mendapat tanggapan yang sangat positif dan mereka warga masyarakat senang. “Mereka merasa bahwa turut untuk menyelamatkan bumi,” kata Herry.
Dalam upaya pengurangan risiko bencana, salah satunya dengan penanaman Mangrove. Mangrove merupakan tanaman yang cukup hebat dalam menanggulangi abrasi. Selain akarnya yang kuat mencengkeram tanah juga bisa memulihkan ekosistem pesisir. Tanaman mangrove itu bisa menjadi tempat hidupnya ikan, udang dan kepiting yang mempunyai nilai ekonomi tinggi.
Ekosistem mangrove adalah tulang punggung perekonomian masyarakat Indonesia. Nilai ekonomi mangrove akan lebih tinggi lagi jika jasa ekosistem lainnya seperti melindungi infrastruktur pesisir dari erosi, gelombang, dan badai, ikut diperhitungkan.
Tidak mengherankan jika pemerintah selama tiga dekade terakhir berupaya keras untuk menyelamatkan mangrove.

Disadur dari Atep Maulana, PMI Sukabumi

  Komentar untuk PMI tanam sejuta lebih tanaman mangrove sebagai paru-paru dunia

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!

Other Posts

Terbaru


Terpopuler

  1. Ibu Ratna Memberdayakan Ibu-Ibu Dengan Mengolah Kain Limbah Industri Garmen

    Wiwik Uliel  di  Trucuk, Klaten  |  22 Sep 2020
  2. CleanUp Kerja Bakti

    Pemuda Sosial Pulo Timaha  di  Babelan, Bekasi Kabupaten  |  19 Sep 2020
  3. Berkolaborasi Menggapai Mimpi Kampung Karangwaru Kidul, Tegalrejo

    Abdul Razaq  di  Tegalrejo, Yogyakarta  |  18 Sep 2020
  4. Penyusunan Masterplan Kampung Surokarsan

    mas agus  di  Mergangsan, Yogyakarta  |  19 Sep 2020

Komentar Terbanyak

  1. 5
    Komentar

    WORLDCLEANUPDAY, 19 SEPTEMBER 2020

    Umi sulvian  di  Jonggat, Lombok Tengah  |  19 Sep 2020
  2. 4
    Komentar

    Penyusunan Masterplan Kampung Surokarsan

    mas agus  di  Mergangsan, Yogyakarta  |  19 Sep 2020
  3. 3
    Komentar

    MENGAWAL KEBIJAKAN RESPONSIF JENDER DARI DESA

    Yani Mashudi  di  Manyar, Gresik  |  14 jam lalu
  4. 3
    Komentar

    Ibu Ratna Memberdayakan Ibu-Ibu Dengan Mengolah Kain Limbah Industri Garmen

    Wiwik Uliel  di  Trucuk, Klaten  |  22 Sep 2020