PMI Gelar Lokakarya Konsultasi Pemutakhiran Ina-Safe dan Pemanfataan Ina-Risk untuk FbA

65437 medium img 20190701 212903 646
Jakarta , (1/7) PMI Gelar Lokakarya Konsultasi Pemutakhiran Ina-Safe dan Pemanfataan Ina-Risk untuk Fotecast Based Action. Kegiatan ini merupakan kerjasama PMI bersama Climate Center dukungan BNPB, BMKG, dan GFDRR. Kegiatan ini di buka Andrew Kruczkiewicz dari Climate Centre, Kara Devonna Siahaan dari IFRC Geneva dan Letjen TNI (Purn) Sumarsono, SH. Adapun Narasumber dalam kegiatan ini adalah Kara Siahaan dari IFRC menyatakan FbA merupakan Pendekatan yg mengantisipasi bencana dengan menggunakan Sains dan Data. Sementara Andrew K dari Climate Centre dengan menggunakan sains dan teknologi kita dapat mengetahui cuaca ekstrim. Sementara Bambang Surya Putra Direktur Kesiapsaigaan BNPB menyatakan bahwa Ina-Safe memerlukan perlu dimuthakirkan karena saat ini bencana yg diolah adalah Gempabumi. Sedangkan Ridwan Yunus dari Direktorat PRB BNPB memaparkan Ina-Risk memiliki data dari Kementerian dan Lembaga pemerintah dan BNPB sebagai Pengelolanya. Basuki dari BPBD DKI Jakarta menjelaskan Sistim peringatan dini ada banjir dari hulu di bogor dan hilir banjir Rob serta banjir akibat curah hujan. Kegiatan ini dihadiri selain dari PMI ada dari Climate Centre, IFRC, Australian Red Cross, BNPB, BMKG, LAPAN RI, BBWS Ciliwung Cisadane, Kemensos RI, HOT Open Street Map, Kartozageo, WfP, WVI, Unicef Indonesia, World Bank, IPB Bogor, Karina Indonesia dan BPBD DKI Jakarta
Sudah dilihat 149 kali

Komentar