PMI BANYUWANGI LAKUKAN DISKUSI, SUSUN SOP GEMPA BUMI TINGKAT KELURAHAN PERTAMA DI JAWA TIMUR

4 0 174
Gambar untuk PMI BANYUWANGI LAKUKAN DISKUSI, SUSUN SOP GEMPA BUMI TINGKAT KELURAHAN PERTAMA DI JAWA TIMUR
Kabupaten Banyuwangi menjadi pilot project, Program yang diluncurkan PMI Kab. Banyuwangi bekerjasama dengan Palang merah Amerika sejak setahun lalu. Saat pandemi banyak kegiatan tertunda bahkan gagal dilaksanakan karena PMI yang berperan aktif dalam penanganan covid19 di Kab Banyuwangi, mulai spraying, promo kesehatan, memproduksi masker dan memberikan donasi alat spraying, masker dan paket PHBS. Sehingga PMI harus membagi waktu untuk melanjutkan programnya bersama Palang merah Amerika dalam Program Kesiapsiagaan menghadapi Bencana Gempa Bumi.

Minggu sampai dengan Senin kemarin 25 -26 Oktober 2020, di aula Kelurahan Mojopanggung, PMI Kabupaten Banyuwngi menggelar Kegiatan diskusi dalam penyusunan SOP Tanggap darurat Gempa tingkat Kelurahan.

Menurut Fasilitator Arrna Ferrajuani seorang ibu muda relawan dari PMI Propinsi Jawa Timur, "Diskusi dalam rangka Penyusunan SOP Gempa tingkat kelurahan yang di support PMI Banyuwangi di Kelurahan Mojopaggung ini adalah pertama di Jawa Timur."

Selain melibatkan wakil Sibat , tokoh masyarakat, dan masyarakat dari masing masing lingkungan . Lurah dan stafnya juga menjadi peserta, Babinkamtibmas "S. Adi Pradana" turut aktif dalam kegiatan. Selain itu PMI juga mengundang pihak terkait BPPD Kabupaten Banyuwangi. "Eka Muharam" menyampaikan potensi kegempaan baik vulkanik maupun tektonik, Karena Banyuwangi memiliki 175,5km terbentang luas laut sepanjang daratan pesisir timur Banyuwangi, dan juga memiliki 2 Gunung berstatus aktif. Selain itu juga memiliki wilayah yang berpotensi mengalami liquivaksi di Banyuwangi selatan, tambahnya." Namun penjelasan ini bukan untuk menakuti masyarakat, dan sebaiknya jadikan informasi ini sebagai upaya mendorong masyarakat lebih meningkatkan ksesiapsiagaan dan mencari informasi petunjuk untuk evakuasi mandiri." jelasnya.

Menurut Ibnu pengamat cuaca dari BMKG menurut hasil penelitian, Banyuwangi dilewati jalur lempeng Indo Australia, sehingga sangat mempunyai potensi kegempaan. Teori 20 20 20 bisa menjadi pedoman di masyarakat . 20 detik mencari titik aman untuk berlindung, 20 menit diam berlindung di titik kumpul, dan mencari daratan dengan ketinggian 20meter, jika di dekat pantai."

Ketua PMI Kecamatan Giri Drs. Joko Kuncoro hadir dan sangat mensupport lokakarya ini, menurutnya " Potensi kegempaan wilayah Banyuwangi perlu di sosialisasikan ke seluruh SKPD' dengan tujuan agar masyarakat memperoleh pengetahuan tentang Gempa dan penanggulangannya, sehingga nantinya akan meningkatkan kewaspadaan masing masing."

Pengetahuan evakuasi mandiri gempa bumi untuk Keluarga Kuat, aman dan tangguh diberikan " Andri Kusuma " staf PMI Kabupaten Banyuwangi. Penting mengenali lingkungan dimana kita berkunjung , sehingga saat terjadi gempa sudah mengetahui harus kemana mencari perlindungan. Menurutnya " Masing masing keluarga harus memliki SOP seperti menentukan titik kumpul aman, jalur evakuasi, dan tas siaga, dan perlu pembagian tanggung jawab saat Gempa terjadi agar Keluarga masyarakat bisa melakukan evakuasi mandiri secara maksimal.'

Lurah Mojopanggung " Tri kusuma Jaya , S.STP. sangat berterimakasih pada PMI dan berharap kegiatan ini bisa menambah pengetahuan pentingnya Evakuasi Mandiri sehingga bisa di implementasikan di masyarakat dengan maksimal. Dan nanti ilmunya bisa bermanfaat untuk Sibat dan masyarakat pada umumnya. Harapannya resiko dan dampak yang ditimbulkan oleh bencana gempa ini bisa diminimalisir dengan evakuasi mandiri secara maksimal.

Kegiatan berlangsung 2 hari dan berjalan lancar, dibuka oleh pengurus PMI Drs Dwiyanto M.Pd, harapan beliau secara detail kegiatan tersebut bisa membantu mengurangi resiko yang diakibatkan oleh gempa. Dan kegiatan ditutup oleh Kepala markas PMI Kab. Banyuwangi Drs. Sutiyono. Gempa bumi tidakbmembunuh tapi Harapan PMI kegiatan ini mampu meningkatkan kapasitas Sibat dan masyarakat dalam merubah prilaku menjadi pribadi yang mampu meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi gempa bumi dan masyarakat mampu melakukan evakuasi mandiri." imbuh beliau.

#PMI siap bantu
#Sibat Mojopanggung
#Kelurahan Mojopanggung
#SOP Gempa bumi

  Komentar untuk PMI BANYUWANGI LAKUKAN DISKUSI, SUSUN SOP GEMPA BUMI TINGKAT KELURAHAN PERTAMA DI JAWA TIMUR

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!

Other Posts

Terkait

Terbaru


Terpopuler

  1. Situasi dan Kondisi Bukan Hambatan Petani

    Izzatul Fajriyah  di  Brondong, Lamongan  |  22 Nov 2020
  2. Beritakan Lingkungan Sekitar, Pemuda Lamongan Adakan Kelas Jurnalisme Warga

    Zuria Qurrotul Aini  di  Brondong, Lamongan  |  22 Nov 2020
  3. GURU TK ABA MENCOREK BERTEKAD MEMBENTUK KARAKTER ANAK DIPENDIDIKAN USIA DINI

    Roy cahya pratama putra  di  Brondong, Lamongan  |  22 Nov 2020
  4. Komunitas Motor (Sezari C70 ) Lombok Timur Peduli Lingkungan

    sosiawanputra  di  Pringgasela, Lombok Timur  |  26 Nov 2020

Komentar Terbanyak

  1. 2
    Komentar

    Situasi dan Kondisi Bukan Hambatan Petani

    Izzatul Fajriyah  di  Brondong, Lamongan  |  22 Nov 2020
  2. 2
    Komentar

    GURU TK ABA MENCOREK BERTEKAD MEMBENTUK KARAKTER ANAK DIPENDIDIKAN USIA DINI

    Roy cahya pratama putra  di  Brondong, Lamongan  |  22 Nov 2020
  3. 2
    Komentar

    Beritakan Lingkungan Sekitar, Pemuda Lamongan Adakan Kelas Jurnalisme Warga

    Zuria Qurrotul Aini  di  Brondong, Lamongan  |  22 Nov 2020
  4. 2
    Komentar

    Potensi Wisata Desa

    Shella Rizqi Aulawwiyah  di  Paciran, Lamongan  |  22 Nov 2020