PLTSa belum cukup atasi sampah

55457 medium post 61507 8a10f428 1829 43fb 8371 dd056ec5ff50 2019 03 25t14 51 12.945 07 00
Melihat banyaknya sampah yang datang dari Jakarta dan Bekasi, Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), katakan PLTSa, Mohammad Nasir
Katakan belum cukup atasi sampah di TPST Bantargebang, Kota Bekasi.
"PLTSa hanya mampu produksi 100 ton per hari, harus bagaimana kita bisa menyelesaikan kapasitasnya sampai di atas 2.000, 3.000 sampai 5.000 ton per hari. Ini kita harus lalukan ini supaya kita selesaikan sampah dengan baik," katanya.
Diketahui TPSTa hanya mampu atasi 100 ton perhai, sedangkan sampah yang datang dari Jakarta dan Bekasi capai 2.000 ton perhari
"Ternyata setiap hari produksi sampah DKI Jakarta mencapai 8.000 ton dan Bekasi 1.900 ton bila dibulatkan 2.000 ton, berarti 10.000 ton sampah, kemungkinan terjadi darurat sampah," katanya usai melakukan peresmian Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Bantargebang, Bekasi, Senin (25/3).
Iya juga sampaikan jika kebersihan jadi hal penting selain menghasilkan energi dari sampah tersebut.
"Jangan sampai berpikir ini mungkin kita di dalam menyelesaikan sampah jangan hanya berpikir untuk menghasilkan energi, tapi bagaimana Jakarta bersih Bekasi bersih, kota bersih itu yang penting," tambahnya.

Sebelumnya, Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohammad Nasir, bersama Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan, meresmikan proyek percontohan pengolahan sampah proses termal Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi Senin (25/3).
Sumber:
Merdeka.com
Sudah dilihat 56 kali

Komentar