Pill Penyelamat Korban Pemerkosaan atau Alat Kontrasepsi Bocor

16 July 2019, 14:26
3 0 82
Gambar untuk Pill Penyelamat Korban Pemerkosaan atau Alat Kontrasepsi Bocor
Halo halo Atmaguys, wih sudah tahu kabar yang lagi ngetrend soal film bertemakan seks edukasi belum?? Kalau belum, coba di cek di bioskop terdekat deh, nanti ada film berjudul "Dua Garis Biru" nah itu dia film yang lagi banyak diperbincangkan diberbagai media sosial. Ngomong ngomong, sedikit spoiler nih hehe. Film ini berisikan tentang bagaimana kehidupan dua anak remaja yang masih sekolah, namun tak sengaja mencoba hal yang belum seharusnya mereka lakukan, yaitu seks. Akibatnya, dua anak remaja ini dan keluarganya harus menanggung beban fisik dan moral karena harus menjadi orangtua di usia 17 tahun.


Setelah menonton film kategori 13 tahun keatas tersebut, saya jadi terinspirasi untuk membagikan informasi seputar seks di kalangan remaja. Kenapa remaja? Karena pada masa remaja ini, biasanya anak anak akan merasa penasaran pada banyak hal, termasuk seks. Nafsu akan seks bukanlah hal yang dapat dihindari, namun seharusnya dapat dikontrol. Juga, kita perlu memberikan pelajaran kepada anak anak betapa beresikonya seks bebas di usia remaja mulai dari penyakit menular seksual sampai kehamilan yang tidak diinginkan.

Mungkin, untuk para suami istri mudah bagi mereka untuk bisa menentukan berbagai macam cara untuk menunda kehamilan dengan program KB pilihan. Tapi bagaimana dengan remaja yang bernasib sama seperti Dara pada film Dua Garis Biru? Apa yang seharusnya Dara dan Bima lakukan? Simak dibawah ini.

Mungkin disini Atmaguys ada yang pernah mendengar istilah Pil Morning After atau alat kontrasepsi darurat? Alat kontrasepsi darurat adalah metode kontrasepsi yang dapat segera mencegah kehamilan setelah berhubungan tanpa perlindungan alat kontrasepsi.

Menurut situs WebMD, kontrasepsi darurat (kondar) atau kontrasepsi post-coital bisa dipakai perempuan setelah melakukan hubungan seks tanpa kondom atau mengalami gangguan terkait alat pengaman, misalnya kondom yang sobek atau lepas saat aktivitas seks. Kondisi tersebut termasuk pada korban perkosaan, kondom putus atau lepas saat berhubungan seksual, atau tidak meminum pil KB dua kali atau lebih selama siklus bulanan. Kondar juga sangat berguna bagi korban perkosaan, termasuk remaja yang tidak sengaja terjerat seks bebas seperti pada kondisi Dara dan Bima tadi.  

Kondar jenis pil bekerja dengan cara memblokir sel telur agar tidak dilepaskan indung telur dan mengganggu kerja normal progesteron, hormon yang berperan mempersiapkan rahim sebagai tempat tumbuh janin. “Efektivitas pil tergantung pada seberapa cepat ia diminum, setidaknya 72 jam setelah hubungan seksual,” tulis WebMD.

“Pil KB darurat mengandung hormon progestin dalam dosis tinggi sehingga bisa mencegah ovulasi,” kata Tirsa dalam acara talkshow yang diadakan oleh Kontrasepsi Andalan di Bogor, Senin (25/3).

Konsumsi pil kondar 24 jam setelah hubungan seksual dapat mengurangi risiko kehamilan hingga 95 persen, sementara konsumsi dalam jangka waktu 72 jam mengurangi risiko hampir 90 persen. Semakin jauh jangka waktu konsumsi pil dari momen setelah pasca hubungan seksual, efekivitasnya juga semakin berkurang.

Meski dapat mencegah risiko kehamilan, alat kontrasepsi darurat berupa pil tidak seefektif kontrasepsi umum yang digunakan pra-hubungan seksual. Kondar sebaiknya tidak digunakan secara rutin sebagai kontrasepsi utama, alih-alih cadangan saja. Karena faktor tidak rutin ini pula pil kondar sering disebut sebagai "Plan B". Alat kontrasepsi darurat ini juga tidak bisa melindungi dari penyakit menular seksual.


Menurut WebMD, kontrasepsi darurat memiliki efek samping yang cukup mengganggu, meliputi mual, muntah, sakit perut, kelelahan, sakit kepala, nyeri payudara, hingga menstruasi tak teratur. Pada dasarnya cara kerja kontrasepsi darurat adalah mengacaukan sistem hormon reproduksi. Jadi siklus menstruasi pun kemungkinan ikut kacau. Ada pula risiko pendarahan tak terduga.

Hal terpenting yang perlu digarisbawahi adalah penggunaan kontrasepsi darurat tidak dapat menghentikan perkembangan janin ketika sel telur telah dibuahi dan tertanam dalam rahim. Artinya, penggunaan kontrasepsi darurat akan sia-sia ketika sudah terjadi pembuahan alias hamil.

Levonorgestrel (hormon progestin) yang terkandung dalam pil KB darurat ini tidak sama dengan obat aborsi. Jika kehamilan sudah terlanjur terjadi, konsumsi pil ini tidak akan menggugurkan, melainkan justru memperkuat janin.

Agar efektif, menurut Tirsa pil ini harus dikonsumsi secepat mungkin setelah berhubungan seksual. Efektivitasnya dalam mencegah kehamilan mencapai 99 persen.

Pil KB darurat ini bisa dibeli di apotek atau toko obat terpercaya. Dan untuk efektifitas yang lebih baik, ikutilah petunjuk penggunaan nya sebelum mengkonsumsi. Semakin cepat diminum, semakin cepat pula efektivitasnya dalam mencegah kehamilan. Namun karena mengandung hormon dalam dosis tinggi, menurut Norina, sekali lagi diingatkan bahwa pil ini pada sebagian orang bisa menimbulkan mual dan pusing bahkan mengganggu siklus menstruasi.


Sekali lagi, seks itu bukan untuk coba coba ya!


Sumber dan Referensi :

https://www.alodokter.com/siap-sedia-kontrasepsi-darurat-untuk-mencegah-kehamilan

http://www.tundakehamilan.com/kontrasepsi_darurat

https://tirto.id/lupa-pakai-pengaman-jangan-panik-ada-kontrasepsi-darurat-dcTN

https://lifestyle.kompas.com/read/2019/03/26/100000720/seberapa-efektif-pil-kontrasepsi-darurat-cegah-kehamilan-

https://hellosehat.com/kehamilan/kontrasepsi/serba-serbi-kontrasepsi-darurat-morning-after-pill/

https://m.suara.com/lifestyle/2019/03/30/135600/7-mitos-fakta-soal-kontrasepsi-darurat-yang-jarang-diketahui

  Komentar untuk Pill Penyelamat Korban Pemerkosaan atau Alat Kontrasepsi Bocor

Masuk ke akun AtmaGo kamu untuk ikut memberi komentar!

Masuk  atau  Daftar
Jadilah yang pertama memberi komentar!