PII Wati dan KOHATI Pertegas Sikap Terhadap RUU P-KS

65766 medium post 70476 550f4456 3855 49d4 8d9e b1241e024144 2019 07 06t21 57 12.009 07 00 65767 medium post 70476 952daed2 3a09 4bc4 8922 157cb7b2b2dd 2019 07 06t21 57 15.419 07 00
Sabtu (6/7), Koordinator Pusat PII Wati bersama Koordinator Wilayah PII Wati Sulteng sambangi Korps HMI Wati Cabang Palu didampingi Koordinator Nasional Korps HMI Wati, bertempat di Masjid Nurul Yaqiin, Kel. Talise, Kec. Mantikulore, Palu.

Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar 2 jam tersebut, selain bersilaturrahim, PII Wati dan KOHATI juga membincang soal sikap kedua lembaga terkait dengan RUU P-KS. RUU Penghapusan Kekerasan Seksual ini jika tidak ada aral melintang, akan disahkan pada Agustus mendatang.

"RUU ini akan diketok palu di Agustus. Jadi kita harus bergerak cepat karena sebenarnya kita sudah terlalu terlambat jika masih pada tahap mengkaji, tapi tidak apa-apa, kita manfaatkan waktu yang ada untuk memasifkan gerakan,” tutur Ketua Korpus PII Wati, Haslinda Satar.

Menyahuti dorangan dari Haslinda, Kornas KOHATI bersama KOHATI cabang Palu dan Korwil PII Wati akan segera mengadakan FGD (Focuss Grup Discussion) yang melibatkan seluruh ORMAS dan OKP Perempuan yang ada di kota Palu. Hal ini diharapkan akan menghasilkan gagasan atau usulan perbaikan hal-hal yang dianggap perlu dalam RUU P-KS.

”Sudah ada beberapa teman-teman dari lembaga perempuan kota Palu yang mengontak saya menanyakan kapan bisa duduk bersama membincang soal RUU P-KS. Jadi memang sudah seharusnya diskusi mengenai ini dilaksanakan sesegera mungkin. Jika tidak ada halangan, insyaAllah tanggal 10 Juli FGD akan diadakan," ungkap Nur Anita, ketua KOHATI Cab. Palu.

Baik PII Wati maupun KOHATI, mereka sama-sama menilai bahwa ada banyak hal yang mesti direvisi dari RUU P-KS. Maka sebelum Agustus, pengajuan usulan perbaikan sudah harus sampai ke DPR.
Sudah dilihat 99 kali

Komentar