Petani Mulyaharja Bogor Panen Raya di Musim Kemarau

67891 medium img 20190725 wa0017
Kelompok Petani di Kelurahan Mulyaharja, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, melangsungkan panen raya padi di musim kemarau ini. Meski hujan sudah lama tak turun di Kota Bogor, para petani masih bisa memanen di sawahnya hingga mencapai 10 hektare.

"Yang dipanen organik 3 hektar dan non organik sekitar 7 hektar," ungkap Ketua Kelompok Tani Lemah Dulur, Mulyaharja, Aning, Kamis (25/7/2019).

Aning mengatakan, para petani masih bisa memanen pada saat kemarau karena pasokan air irigasi yang mengalir masih cukup untuk memenuhi kebutuhan sawah mereka.

"Alhamdulillah kalau kemarau masih kebagian aliran irigasi, sungai masih besar, untuk tanaman kendala gak ada kalau untuk tanaman, cuma kendalanya masih lahan saja. Ini, kan, kebanyakan milik kelompok dan pengembang," ungkap Aning.

Senada dengan Aning, Kepala Distani Kota Bogor Irwan mengatakan, petani Mulyaharja masih bisa panen raya disaat kemarau karena irigasi yang berfungsi dengan baik.

"Kaitan irigasi jadi teman disini ikut menjaga irigasi jadi tidak terjadi kebocoran yang ada. Kalau kita lihat di sejumlah daerah kondisi tanah bahkan sudah ada yang terbelah, disini pun juga ada sebagian cuma masih aman karena irigasi," kata Irwan.

Dia mengharapkan hasil panen raya ini dijual oleh para petani dalam bentuk beras bukan dalam bentuk gabah agar penghasilan yang didapat lebih tinggi.

"Kalau jual gabah nilainya per kilogram Rp3.000, tapi kalau beras Rp25.000. Jadi petani (untuk menjual beras) mesti ngolah lagi. Tapi petani untuk mengolah itu butuh modal dan pemerintah siap fasilitasi agar tidak lagi menjual gabah tapi beras," kata Irwan.

Hasil tani Mulyaharja ini, khususnya untuk padi organik, dari sisi harga lebih menguntungkan. Padi organik yang dipanen tiap bulannnya bisa menghasilkan Rp3.200.000. Sementara padi biasa hanya Rp1.000.000 tiap bulannya.

---------
Sumber: AyoBogor.com
Penulis: Husnul Khatimah
Editor : Ananda Muhammad Firdaus
Sudah dilihat 44 kali

Komentar