Petani Garam Talise Senang Rencana Pemulihan Tambak

69898 medium post 73762 01d404ce ceec 40a0 8751 23340a468df7 2019 08 15t20 06 31.239 08 00 69899 medium post 73762 1e027150 f578 44f9 86b5 36662d47ffe3 2019 08 15t20 06 34.641 08 00
Petani garam di Kelurahan Talise, Kecamatan Palu Timur, Kota Palu, Sulawesi Tengah, senang dan sangat setuju rencana pemerintah Kota Palu bersama Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Makassar.

Muh Rais, salah satu petani garam Talise kepada media ini berterima kasih atas rencana tersebut. “Itu sangat bagus dan senang karena bisa berproduksi lagi,” kata Rais, Kamis petang, 15 Agustus 2019.

Dia mengaku ikut dalam rapat yang berlangsung Rabu, 14 Agustus di Palu. Pertemuan tersebut dilaksanakan oleh tim dari BPSPL Makassar.

Menurut Rais, perbaikan tambak garamnya baru rampung empat petak enam petak miliknya. “Saya perbaiki sendiri dan masih ada dua petak yang masih kondisi rusak,” ujarnya.

Untuk produksi garam, saat ini masih kecil yaitu berkisar 25 kilogram atau setengah karung. Empat petak yang sudah bisa berprosuksi itu dipanen secara berkala. Sedangkan garam yang diproduksi masih lebih banyak untuk bahan pupuk dibandingkan garam konsumsi.

“Harga Rp1.000 sampai Rp1.600 per liter, satu karung berisi 50 kilogram garam,” kata Rais.

Saat ini petani garam tergabung dalam 16 kelompok, tiap kelompok terdiri dari 10 orang.

Sebelumnya, Walikota Palu diwakili Plh Sekkot Palu Imran Lataha SE M.Si saat menghadiri sekaligus menyampaikan sambutan pada kegiatan rembug daerah dalam rangka fasilitasi sarana prasarana usaha garam rakyat Talise Kota Palu.

Pelaksana kegiatan dari tim Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Makassar bekerjasama dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palu.

Ikut mendampingi dari Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Ir Burhan H. Hamading, MH. sedangkan pejabat dari BPSPL Makassar dihadiri Kepala BPSPL Makassar Ir R Andry Indryasworo Sukmoputro MM dan staf lainnya. Peserta pertemuan juga dihadiri para petani garam di wilayah Talise.

Kepala BPSPL Makassar Ir R Andry Indryasworo Sulemoputra MM menyebutkan bahwa tujuannya lebih kepada untuk membantu menghidupkan kembali usaha tambak garam rakyat di Talise melalui perbaikan dan pemulihan tambak garam dengan integrasi lahan garam atau rekonsiliasi lahan garam.

Dalam kesempatan tersebut, Plh Sekkot Palu Imran Lataha SE M.Si mengapresiasi kepada pihak BPSPL Makassar yang memberikan pendampingan fasilitasi sarana dan prasarana usaha garam bagi warga yang mengelola usaha garam di pantai Talise Palu.

“Tentunya hal ini sangat diharapkan lokasi pengaraman rakyat di pantai Talise bisa lebih meningkatkan taraf ekonominya lebih baik lagi dan yang terutama kualitas produksi garam. Dan yang terpenting ada wadah yang bisa memasarkan produksi garam melalui wadah koperasi dan pemasaran ke tempat lainnya,” kata Imran.

Dia juga menyebutkan, lokasi penggaraman bisa menjadi lokasi obyek wisata di Kota Palu.

sumber: KabarSelebes
Sudah dilihat 10 kali

Komentar