Petani dan Nelayan Sulteng Dapat Bantuan Rp 14 Miliar dari FAO

65244 medium post 70008 f18ef819 817c 4dbf 9b7c cc9b6a7ac524 2019 07 02t14 51 52.543 08 00
Sigi - Food and Agriculture Organization of the Unites Nations (FAO) atau Badan Pangan dan Pertanian PBB menyalurkan bantuan pemulihan sumber mata pencaharian untuk para penyintas di Sulawesi Tengah. Bantuan tersebut, diperuntukkan bagi nelayan dan petani yang siap bangun dari keterpurukan.
Petugas FAO memberikan bantuan ke 8.000 petani yang tersebar di 132 desa di 21 kecamatan dan 3.000 nelayan di tiga wilayah yang terdampak bencana pada 2018 lalu. Untuk di wilayah Kabupaten Sigi, 4.687 petani sudah menerima bantuan dalam bentuk tunai dan bahan input pertanian pada Selasa (2/7/2019) sekitar pukul 11.00 WITA di Desa Dolo, Kota Pulu, Kecamatan Dolo Induk, Kabupaten Sigi.
"Total bantuan secara keseluruhan sebanyak US$ 1 juta atau sekitar Rp 14 miliar, dan kami menyalurkan bantuan harus ada kesepakatan bersama dengan pihak pemerintah setempat, yang bisa membantu apa saka yang dibutuhkan utama oleh masyarakat, dengan input pertanian yang didistribusikan termasuk 430 ton pupuk, lebih dari 7 ton benih jagung, tomat, dan cabai rawit, dan lebih dari 500 ribu meter mulsa plastik. Dan peralatan memancing termasuk jaring dan kotak pendingin untuk sekitar 3.000 keluarga nelayan," kata Kepala FAO Perwakilan Indonesia Stephen Rudgard di lokasi.
Dia menyebutkan, hal ini dilakukan untuk memulihkan produksi pangan dan membangun kembali mata pencaharian petani dan nelayan di Palu, Sigi dan Donggala. Dan ingin memastikan bahwa petani dan nelayan di daerah yang terkena dampak dapat kembali hidup normal.
Salah seorang warga yang menerima bantuan uang tunai dari FAO, mengakui kembali memulai bisnis kecilnya. Dia menggunakan sebagian uang tunai untuk membeli makanan bergizi untuk keluarganya, serta untuk sisanya ia membeli bahan memasak untuk membuat brownies dan agar-agar.
"Saya menggunakan bantuan uang tunai untuk memulai kembali bisnis kecil saya. Saya mendapatkan uang sekitar Rp. 30.000 per hari. Ini menambah pendapatan keluarga kami, terutama untuk memberi makan anak-anak," kata Anita (36) warga Desa Kota Pulu.
Sebelumnya, untuk menambah penghasilan sehari-hari Anita, menjual brownies dan jeli. Saat gempa, rumah miliknya yang baru dibangun rusak parah, termasuk dapur tempat ia menghasilkan hidangan yang dijualnya. Untungnya, dia dan keluarganya selamat.
Sumber : Detik.com
Sudah dilihat 15 kali

Komentar