Perumahan Seluas 200 Hektar Tak Sediakan Fasilitas Umum berupa Masjid

15 June 2016, 08:17 WIB
30 1 181
Gambar untuk Perumahan Seluas 200 Hektar Tak Sediakan Fasilitas Umum berupa Masjid
Ini adalah laporan dari warga di wilayah kejadian. Harap berhati-hati dan selalu waspada. Jika butuh bantuan, hubungi 
Di tengah kebijakan Walikota Malang menegakkan peraturan sholat berjama'ah, warga Perumahan Bulan Terang Utama (BTU) di Jalan Ki Ageng Gribig 999 Kelurahan Madyopuro Kecamatan Kedungkandang Kota Malang justru tak punya masjid.
750 Kepala Keluarga (KK) yang menempati area seluas 200 Hektar itu harus berjuang jungkir balik agar bisa menikmati fasilitas peribadatan.
"Di site plan sewaktu kami beli itu ada, tapi nyatanya sampai tiga tahun ini kami harus berjuang demi punya masjid," ungkap Emik Gandamana, Ketua RW 17.
Direktur Utama sekaligus owner PT BTU ini adalah Umang Gianto yang saat ini juga menjabat sebagai Ketua Real Estate Indonesia (REI) Malang.
Sejak dibangun pada 2013 lalu, pihak pengembang Perumahan Bulan Terang Utama (BTU) menjanjikan akan membangun masjid. Janji manis itu nyatanya tak kunjung dipenuhi hingga kini. Warga 'dipaksa' untuk menempati mushola seadanya. " Awalnya, kami hanya diberi rumah tipe 45 sebagai mushalla yang muat hanya untuk dua shaf sholat. Lalu yang kedua, kami diminta menggunakan ruko yang ada di blok KR 10," ujar Emik.
Lalu, dengan dalih ruko telah laku terjual, masjid sementara warga BTU kini beralih ke gudang penyimpanan material di blok KR 30.
Rasanya mustahil menampung ratusan jamaah. Pasalnya, mushalla seadanya itu hanya berukuran 16 x 10 meter persegi. "Ya akhirnya jamaah tarawih meluber ke luar," lanjutnya. Kondisi mushalla gudang itu pun amat memprihatinkan. Dipisahkan triplek sederhana, warga BTU berhimpitan dengan meterial seperti besi dan semen. Alas sholat adalah karpet pinjaman. "Ya ini pengembang hanya bisa memberikan pinjaman empat karpet untuk kami pakai sholat," tutur Emik.
Belum cukup permasalahan daya tampung mushola darurat bagi ratusan jamaah BTU, Emik mengungkapkan bangunan tersebut juga rawan.
Emik dan warga BTU sudah kehabisan cara. Berkali-kali mengadakan negosiasi dengan pihak pengembang tapi tak kunjung mendapatkan tanggapan.
Pemkot Malang harus ikut turun tangan untuk mendesak pengembang untuk memenuhi kewajiban pengembang dalam menyediakan Fasum dalam bentuk Masjid ini.

  1 Komentar untuk Perumahan Seluas 200 Hektar Tak Sediakan Fasilitas Umum berupa Masjid

Masuk ke akun AtmaGo kamu untuk ikut memberi komentar!

Masuk  atau  Daftar

Warga AtmaGo

Terima kasih atas infonya.