Pertunjukan teater sanggar ori gunungkidul "desa pancaroba" sebuah refleksi masyarakat pedesaan

25 June 2019, 08:19 WIB
3 0 84
Gambar untuk Pertunjukan teater sanggar ori gunungkidul "desa pancaroba" sebuah refleksi masyarakat pedesaan
PERTUNJUKAN TEATER SANGGAR ORI GUNUNGKIDUL "DESA PANCAROBA" SEBUAH REFLEKSI MASYARAKAT PEDESAAN"

Sanggar Ori Gunungkidul yang bergerak di bidang Sosial, Pendidikan, Seni dan budaya kembali mementaskan sebuah pertunjukan Teater dengan lakon "Desa Pancaroba" di acara bersih dusun Keblak, Ngeposari, Semanu, Gunungkidul yang bertempat di halaman padukuhan Keblak. Naskah pertunjukan ini di tulis oleh Jevi Adhi Nugraha dan di sutradarai oleh Septian AN. Pertunjukan teater ini melibatkan lebih dari 50 orang, mulai dari anak-anak hingga dewasa. Pertunjukan teater ini merefleksikan kembali keadaan masyarakat pedesaan yang mulai beralih dari masyarakat tradisional menuju masyarakat moderen. Hal ini di gambarkan melalui tokoh yang bernama Lik Tratap yang menganggap bahwa moderenitas hanya berdampak kepada hal hal negatif, seperti bahaya pemakaian gedget dll. Sementara itu tokoh yang berlawanan watak dengan Lik Tratap yaitu Mas Gragap, seorang pemuda yang sudah terbawa arus moderenitas yang menganggap bahwa masyarakat desa harus moderen, sehingga disetiap kesempatan terlihat mereka berdua sering bertengkar adu mulut mempertahankan pendapat masing masing. Puncak klimaks dari pertunjukan ini adalah ketika HP/gadget Mas Gragap membakar rumah Lik Tratap karena ketika waktu pengisian daya batrai terjadi konsleting, sehingga konflik pun tak bisa dihindarkan.
Acara yang di gelar Senin, 17 Juni 2019 di Balai Padukuhan Keblak, Ngeposari, Semanu, Gunungkidul ini dihadiri lebih dari 500 penonton, hingga akhir pertunjukan penonton pun tidak beranjak dari tempat pertunjukan. Penonton terlihat menikmati disetiap adegan, sebab percakapan di dalam dialog teater menggunakan bahasa sehari hari sehingga sangat mudah dipahami.

  Komentar untuk Pertunjukan teater sanggar ori gunungkidul "desa pancaroba" sebuah refleksi masyarakat pedesaan

Masuk ke akun AtmaGo kamu untuk ikut memberi komentar!

Masuk  atau  Daftar
Jadilah yang pertama memberi komentar!