Pernyataan Menentang Terorisme

25465 medium fb img 1526251199684
Sekelompok orang dengan masalah kejiwaan menginginkan kita terpecah belah.

Beberapa hal yang ingin saya sampaikan tidak akan membuat perubahan besar. Saya tidak memiliki kapasitas itu. Tapi saya berharap setidaknya tulisan ini bisa menjadi penunjuk kemana kita memikirkan semua kekacauan ini.

1. Pengeboman tempat ibadah; gereja, masjid, dll, adalah tindakan biadab.

2. Membunuh manusia, siapa pun dia, apa pun agamanya, dari mana pun asalnya, adalah tindakan biadab.

3. Walaupun KTP pelaku pengeboman gereja menyatakan beragama Islam, tapi mereka tidak sedang mengamalkan ajaran Islam. Tidak!

4. Nabi umat Islam, Nabi Muhammad saw, melarang dengan tegas melakukan pengrusakan terhadap tempat ibadah. Bahkan, walaupun dalam keadaan perang, Nabi Muhammad melarang merusak tempat ibadah (semua jenis tempat ibadah).

5. Nabi Muhammad juga bersabda, bahwa menyakiti non muslim sama saja dengan menyakiti beliau.

6. Para pelaku pengeboman gereja di Surabaya telah melanggar dua larangan besar Nabi Muhammad. Mereka telah merusak tempat ibadah, juga telah membunuh non muslim.

7. Para pelaku pengeboman gereja tidak sedang menjalankan perintah agama Islam, mereka sedang menjalankan perintah pimpinan gerombolannya.

8. Saya membenci, mengutuk, menolak semua tindakan terorisme.

9. Maka, ketika kita mengutuk perbuatan terorisme, kita sedang mengutuk segerombol orang gila dengan keyakinan gila. Semua itu bukan bagian dari Islam.

10. Inilah kebenarannya, terorisme bukan ajaran Islam. Kita semua mengutuk terorisme. Islam tidak membenarkan semua tindakan pengrusakan yang mereka lakukan.

11. Tidak ada umat Islam yang mendapatkan keuntungan dari tindakan para teroris. Tolong pahami ini, saya muslim dan saya tidak mendapatkan manfaat apa pun dari para teroris itu. Semua umat Islam tidak mendapatkan kebaikan apa pun dari mereka.

12. Tapi, karena aksi teror ini dilakukan dengan perencanaan, maka pasti ada yang mendapatkan keuntungan dari kekacauan tersebut. Siapa mereka? Yang pasti bukan umat Islam, bukan bangsa Indonesia.

13. Dengan mengetahui semua ini, maka kita tidak boleh menjadi korban hidup para teroris.

14. Siapakah korban hidup para teroris? Yaitu semua orang yang terjebak untuk saling membenci, memusuhi, menfitnah, gara-gara tindakan yang dilakukan para teroris.

15. Saya menolak menjadi korban hidup para teroris. Saya menginginkan kita semua bersatu. Saya menolak memberikan keuntungan bagi para orang gila gerombolan teroris. Saya menolak terpecah dan menebar fitnah #arulight

Komentar