Peristiwa 28 September 2018

Header illustration
Peristiwa yang tidak saya duga dapat terjadi dalam kehidupan saya, Gempa bumi, tsunami, serta likuifaksi, yang menimbulkan banyak tangisan, duka, dan rasa kehilangan yang mendalam. Orang-orang yang saya kasihi yang bahkan sampai saat ini saya tidak tau bagaimana kabar mereka, apakah masih hidup atau sudah meninggal. Saat terjadi gempa, banyak sekali suara tangisan yang terdengar, orang-orang yang bahkan pingsan dan terluka. Bahkan pada saat terjadi gempa, saya sedang tidak bersama dengan kedua orang tua saya,yang pada saat itu sedang mengikuti ibadah di dua tempat berbeda. Saya berlari keluar rumah mencari tanah kosong,atau lapangan. Saat keluar rumah saya langung berlari menemui tetangga-tetangga saya dan kami memutuskan untuk pergi ke lapangan yang tidak jauh dari rumah kami. Saya mencoba menghubungi kedua orang tua saya,namun ternyata jaringan tidak berfungsi sama sekali, saya tidak mengetahui bagaimana keadaan mereka, pada saat gempa terjadi. Sampai pada malam hari saya bertemu dengan papa saya lalu disusul oleh mama saya, kami memutuskan untuk tetap berada dilapangan sampai pada pagi hari. Saya tidak tau sama skali bagaimana keadaan teman-teman saya dan bahkan kota palu pada saat itu. Sampai setelah beberapa hari berlalu,saya mulai mendengarkan berita dari radio, dan mendengar kabar bahwa terjadi likuifaksi di jono oge dimana teman-teman sekolah saya sedang mengadakan kegiatan bible camp. Saya merasa sedih setelah mendengar kabar bahwa, banyak teman-teman saya yang meninggal dan hilang. Sampai saat ini,peristiwa ini masih menjadi duka bagi saya, tetapi saya juga yakin Tuhan punya rencana lain atas peristiwa ino, dan semoga teman-teman saya dapat kembali dengan keadaan selamat,dan waktu Tuhan tidak pernah salah. #AtmaGo_goes_to_school #Palu_bangkit #SMA_02_Palu
Sudah dilihat 23 kali

Komentar