Peringatan Hari Mangrove Se Dunia :
 
KITA JAGA MANGROVE, MANGROVE AKAN JAGA KITA

67872 medium post 72150 05566ab2 f41f 4d89 a965 849934081b34 2019 07 26t09 39 50.917 07 00 67873 medium post 72150 ee292e77 290b 4a14 bbbd 2944084a01f5 2019 07 26t09 39 52.503 07 00 67874 medium post 72150 5543872b bb94 4f2e 9491 71195d266267 2019 07 26t09 39 54.234 07 00 67875 medium post 72150 581b8f68 f127 4d99 a2d1 a1ed637ef96c 2019 07 26t09 39 55.148 07 00 67876 medium post 72150 f752164a 1c48 4cea b39d 8d49cb6f030e 2019 07 26t09 39 56.730 07 00


Peringatan Hari Mangrove Se Dunia :
 
KITA JAGA MANGROVE, MANGROVE AKAN JAGA KITA
 
Hari ini tepatnya tanggal 26 Juli adalah hari penting bagi kita umat manusia. UNESCO menetapkan setiap tanggak 26 Juli sebagai Hari Mangrove Sedunia. Peringatan the International Day for the Conservation of the Mangrove Ecosystem yang dicanangkan sejak tahun 2016 tersebut, telah memberikan pelajaran pada kita semua tentang pentingnya melindungi mangrove sebagai bagian dari Agenda for Sustainable Development.
 
Kita harus bersyukur atas karunia Allah SWT menjadi negara dengan kekayaan mangrove terluas di dunia. Sudah sewajarnya bila kita merenungkan pelajaran yang kita peroleh dalam mengelola mangrove kita selama ini.
 
Kita jaga Mangrove, Mangrove akan menjaga kita.
 
Kementerian KKP menjelaskan bahwa ekosistem mangrove adalah tulang punggung perekonomian Indonesia. Mangrove telah menyumbang lebih dari 40 trilyun rupiah per tahun dari sektor perikanan budidaya.  Nilai ekonomi mangrove akan lebih tinggi lagi jika jasa ekosistem lainnya seperti melindungi infrastruktur pesisir dari erosi, gelombang, dan badai, ikut diperhitungkan.
 
Selain berperan penting untuk menjaga dan menyelamatkan kehidupan pesisir, baik secara ekologi, ekonomi maupun sosial yang sangat dirasakan oleh masyarakat pesisir. Mangrove juga bermanfaat penting sebagai penghalang alami untuk melindungi pesisir / tanah dari abrasi laut / erosi. Selain itu juga bermanfaat sebagai penghalang alami untuk mengurangi dampak gelombang tsunami jika terjadi,  dan sebagai zona penyangga untuk mencegah intrusi air laut ke sumber air tawar didekatnya serta masih banyak lagi manfaat dari mangrove.
 
Mangrove juga berguna untuk menjaga kehidupan satwa yang ada di pesisir, seperti kepiting, burung, dan yang lainnya. Jika tidak adanya mangrove di sekitar kita, dapat mendorong peningkatan konsentrasi gas rumah kaca yang juga berdampak pada perubahan iklim.
 
 
KITA HARUS JAGA MANGROVE
 
Upaya perlindungan mangrove banyak tantangan. Betapa tidak. Data saat ini menyebutkan bahwa nasib 3,2 juta ha mangrove Indonesia sebetulnya sangat memprihatinkan.  Luas mangrove yang hilang telah hampir satu juta hektar, setara dengan 15 kali luas daratan Jakarta. Tantangan lainnya adalah pelarangan pukat harimau penangkap udang tahun 1980 dan krisis finansial Asia tahun 1997 yang berujung lenyapnya sekitar 500.000 hektar mangrove di Kalimantan dan Sumatra. Dari Data saat ini, menunjukkan bahwa sejak peluncuran SNPM 1997, Indonesia justru terus kehilangan mangrove hingga 5.000 ha pertahun.
Kerusakan manrove di Indonesia lebih banyak disebabkan untuk alih guna lahan lahan dari mangrove menjadi tambak dan perkebunan sawit. Mestinya ini semuanya dapat kita atasi dengan mensinergikan tata kelola lahan pertanian namun tetap mempertahankan hutan mangrove.
 
Sebagai wilayah dengan lebih dari 83.000 pantai yang sangat rawan Bencana tsunami maupun gelombang pasang, kita sangat berkepentingan untuk terus mempertahankan agar mangrove ini terus di jaga keberadaannya. Keberadaan mangrove tidak saja untuk kehidupan, namun juga untuk sumber penghidupan masyarakat.
 
 
Sumber : Disarikan dari beberapa sumber.
 
Sudah dilihat 105 kali

Komentar