Perempuan Diimbau Tak Golput dalam Pilkada 2018

26 June 2018, 19:06 WIB
2 0 106
Gambar untuk Perempuan Diimbau Tak Golput dalam Pilkada 2018
Gerakan Saya Perempuan Anti-Korupsi (SPAK) mengajak para perempuan berani membuat pilihan yang benar dan tidak memilih calon yang terindikasi korupsi, calon yang terindikasi pernah melakukan kekerasan pada perempuan dan bersikap diskriminatif.

Koordinator SPAK Tingkat Nasional, Judhi Kristantini menjelaskan, setiap suara perempuan yang diberikan dalam pemilihan kepala daerah atau Pilkada Serentak tanggal 27 Juni 2018, di 171 daerah di Indonesia pekan ini, sangat berharga untuk menjadikan Indonesia yang lebih bermartabat.


"Pilkada merupakan proses demokrasi yang harus dikawal oleh semua warga negara, termasuk perempuan, karena suara perempuan sangat berharga," ujar Judhi dalam siaran pers, Senin 25 Juni 2018.

Untuk itu, SPAK mengajak setiap perempuan untuk menggunakan hak pilihnya, karena setiap suara penting untuk setiap daerah hingga lima tahun ke depan.

"Jangan pernah menjual atau menukar suara kita dengan apa pun," tegasnya.

Di sisi lain, SPAK juga mengajak perempuan untuk memilih calon terbaik dan menghindari calon pilhan yang memiliki latar belakang calon yang terindikasi korupsi atau kerap berperilaku koruptif.

"Calon yang seperti ini akan mengambil hak warganya dan tidak peduli dengan tugas dan kewajibannya," jelasnya.


SARA
Adapun, calon yang terindikasi melakukan pelecehan atau kekerasan pada perempuan, anak, disabilitas atau kelompok marjinal lainnya dinilai tidak menghargai kehidupan. Terakhir, jangan pilih calon yang diskriminatif atau mengedepankan SARA.

"Diskriminasi bertentangan dengan UUD 1945 dan Pancasila. Diskriminasi akan memecah belah bangsa Indonesia dan memicu konflik yang berkepanjangan," tegasnya.

Sementara itu, Judhi juga mengatakan, perempuan juga bisa berperan aktif menjaga integritas proses pemilihan dengan berbagai, yaitu memastikan diri terdaftar dan memiliki dokumen untuk memilih sesuai dengan ketentuan, datang lebih awal ke TPS, turut memastikan seluruh tata cara pemilihan dan mencoblos sesuai ketentuan dan jangan terpengaruh dengan suara-suara yang mencoba memengaruhi saat menunggu di TPS mengingat pilihan adalah rahasia.

"Jangan merasa terintimidasi dengan kehadiran orang atau sekelompok orang dari calon atau kelompok tertentu, jangan ragu mengikuti proses perhitungan suara. Sebagai warga negara, kita memiliki hak memberikan suara atau memilih. Ini merupakan hak dasar yang dijamin pemenuhannya oleh negara. Jangan ragu melaporkan bila ada yang tidak sesuai ketentuan," kata Judhi.

Source: https://m.liputan6.com/pilkada/read/3569131/perempuan-diimbau-tak-golput-dalam-pilkada-2018

  Komentar untuk Perempuan Diimbau Tak Golput dalam Pilkada 2018

Masuk ke akun AtmaGo kamu untuk ikut memberi komentar!

Masuk  atau  Daftar
Jadilah yang pertama memberi komentar!

Related Posts

Terbaru


Terpopuler

  1. Bupati Ancam Pecat Kadus dan Kaling Minim Pengawasan Kebersihan

    Muhammad Rizal Suryadin  di  Batukliang, Lombok Tengah  |  6 Jan 2020
  2. PEREMPUAN TANGGUH PERINA

    @ichaq_rasyid  di  Jonggat, Lombok Tengah  |  5 Jan 2020
  3. Dugaan Pencemaran Nama Baik, Hendly Tempuh Jalur Hukum

    Sandy Makal  di  Palu Kota  |  15 Jan 2020
  4. Organisasi Mahasiswa Daerah Melakukan Aksi Galang Dana Peduli Banjir Bekasi

    Abdul Malik Fajar  di  Bekasi Kota  |  4 Jan 2020

Komentar Terbanyak

  1. 5
    Komentar

    BPBD BANYUWANGI SIAGA BENCANA(diklat pmi)

    Hendika Londho  di  Banyuwangi, Banyuwangi  |  17 Jan 2020
  2. 5
    Komentar

    SAMPAH BAGAIKAN KELUARGA (Diklat PMI)

    Konco Longok  di  Banyuwangi, Banyuwangi  |  16 Jan 2020
  3. 5
    Komentar

    PULAU TABUHAN AKHIRNYA RESMI DISEWAKAN KE PERUSAHAAN SINGAPURA

    𝙈𝙊𝙃𝘼𝙈𝙈𝘼𝘿 𝙅𝘼𝙀𝙉𝙐𝘿𝙄𝙉  di  Wongsorejo, Banyuwangi  |  15 Jan 2020
  4. 5
    Komentar

    MAKSIMALKAN ATMAGO SEBAGAI UPAYA KESIAPSIAGAAN BENCANA (DIKLAT PMI)

    Agus Basuki RAPI  di  Banyuwangi, Banyuwangi  |  16 Jan 2020