Perempuan Berpolitik di Kulonprogo Masih Sedikit

29079 medium caleg
Tingkat partisipasi perempuan dalam perpolitikan di Kulonprogo terbilang masih minim. Minat serta keterampilan politik turut menjadi pemicu kondisi tersebut.

Koordinator Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga, Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kulonprogo, Ria Harlinawati mengatakan belum optimalnya petalihan dan penguatan keterampilan politik menjadi satu alasan minimnya partisipasi perempuan di dalam kancah perpolitikan.

Tak hanya pada yang dipilih (legislatif perempuan), kelemahan itu juga terdapat pada pemilih (konstituen) perempuan.


"Seperti halnya pelatihan dan penguatan keterampilan, pendidikan politik dan pendidikan pemilih di kalangan perempuan juga masih belum optimal," kata Ria, Minggu (29/7/2018).

Kondisi ini terlihat memprihatinkan lantaran regulasi juga secara jelas telah mengatur perihal keterwakilan perempuan dalam ranah politik.

Di antaranya, kepengurusan partai politik di tingkat pusat harus menyertakan sedikitnya 30 persen perempuan.

Demikian juga daftar bakal calon legislatif pada setiap daerah pemilihan harus memuat keterwakilan perempuan sedikitnya 30 persen.

"Setiap 3 bakal calon juga harus terdapat sedikitnya 1 orang perempuan sebagai bakal calon," kata Ria.

Komisioner KPU Kulonprogo, Tri Mulatsih mengatakan alur peraturan terkait pemilihan umum kini sudah semakin ramah perempuan.

Adapun keterwakilan perempuan di kursi DPRD Kulonprogo setiap periodenya selalu meningkat.

Jika pada 2009 hanya ada lima orang lesgislator perempuna, jumlahnya meningkat jadi 7 orang pada 2014.

Adanya sanksi terhadap parpol yang tidak memenuhi persyaratan keterwakilan perempuan sebanyak 30 persen itu dirasanya penting dalam memaksa parpol untuk memberi panggung bagi perempuan.

Sumber: http://jogja.tribunnews.com/2018/07/29/minim-minat-dan-keterampilan-perempuan-berpolitik-di-kulonprogo-masih-sedikit.
Sudah dilihat 33 kali

Komentar