Perbandingan Titik Panas Karhutla Tahun ke Tahun

1 0 384
Gambar untuk Perbandingan Titik Panas Karhutla Tahun ke Tahun
Peristiwa kebakaran hutan dan lahan di Indonesia dalam skala besar terjadi tahun 1982-1983, 1991, 1994, 1997-1998, 2006 dan 2015. Kerusakan yang diakibatkan oleh bencana kebakaran hutan dan lahan tahun 2015 lalu seluas 2,61 juta ha hutan dan lahan terbakar dengan kerugian ekonomi mencapai Rp 221 triliun.

Upaya penanggulangan perlu diawali dengan mengetahui lokasi terjadinya kebakaran dan menganalisis penyebab kebakaran hutan dan lahan. Tahun 2016, upaya pencegahan dan penanggulangan bencana kebakaran hutan dan lahan dapat dikatakan berjalan baik yang ditunjang dengan cuaca yang mendukung dengan curah hujan yang relatif tinggi dan merata di sepanjang tahun.

Dengan berbagai kebijakan dan upaya seperti di atas, hasilnya bisa dirasakan masyarakat terutama di daerah rawan. Indikatornya dapat terlihat dari penurunan hotspot dari tahun ke tahun, dan berkurangnya luasan lahan terbakar, terutama kawasan gambut. Penurunan jumlah hotspot tahun 2018 dibandingkan tahun 2015 mencapai 82,14% (Satelit NOAA) atau 94,58% (Satelit Terra Aqua).

Dengan adanya corrective action terutama pada penetapan status kesiagaan dan keterlibatan lintas instansi, terjadi pengurangan jumlah hari status tanggap darurat karhutla. Bahkan sepanjang tahun 2016-2018, Indonesia tidak mengalami status darurat akibat karhutla. Luas area terbakar berkurang, menurun hingga 92,5%. Dari 2,6 juta ha di tahun 2015 menjadi 194,757 ha di tahun 2018.

Citra satelit pemantau Hotspot di Indonesia adalah citra satelit NOAA-18 (National Oceanic and Atmospheric Administration) yang diwakili oleh ASMC (ASEAN Specialised Meteorological Centre) dan TERRA/AQUA (NASA) Satellit MODIS (Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer). Kedua citra satelit tersebut selain digunakan untuk pemantauan cuaca juga dapat mendeteksi titik panas atau sering disebut dengan Hotspot karena kedua Satellit tersebut memiliki band Inframerah Dekat (NIR) sehingga Hotspot digambarkan dalam warna piksel Merah (Red Piksel).

Sumber: Indonesia Baik (Kemenkominfo RI)

  Komentar

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!

Other Posts

Terbaru


Terpopuler

  1. Pray For Indonesia From Tangerang

    𝙈𝙊𝙃𝘼𝙈𝙈𝘼𝘿 𝙅𝘼𝙀𝙉𝙐𝘿𝙄𝙉  di  Cisauk, Tangerang Kabupaten  |  19 Jan 2021
  2. Terpilihnya Dhiyaur Ridho, Begini Harapan dan pendapat teman-teman IKAMALA Sidoarjo

    Zuria Qurrotul Aini  di  Brondong, Lamongan  |  21 Jan 2021

Komentar Terbanyak

  1. 2
    Komentar

    Virus Itu Bukan Fiksi, Ini Semua Adalah Nyata

    𝙈𝙊𝙃𝘼𝙈𝙈𝘼𝘿 𝙅𝘼𝙀𝙉𝙐𝘿𝙄𝙉  di  Cengkareng, Jakarta Barat  |  24 Jan 2021
  2. 2
    Komentar
  3. 2
    Komentar

    Terpilihnya Dhiyaur Ridho, Begini Harapan dan pendapat teman-teman IKAMALA Sidoarjo

    Zuria Qurrotul Aini  di  Brondong, Lamongan  |  21 Jan 2021
  4. 2
    Komentar

    Pembukaan Beasiswa Banyuwangi Cerdas 2021

    Wisnu Artedjo  di  Banyuwangi  |  21 Jan 2021