Penyintas Tsunami Palu Belum Terdata sebagai Penerima Jadup

66753 medium fkefexzenkvy6idrvjvh
47 Kepala Keluarga (KK) yang ditempatkan di hunian sementara atau huntara yang berada di Jalan Sukarno- Hatta, Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah, hingga saat ini belum terdata sebagai penerima program Jaminan Hidup (Jadup).

"Hingga saat ini belum ada pihak kelurahan yang melakukan pendataan mengenai Jadup di tempat kami. Mungkin karena yang mendirikan huntara yang kami tempati adalah pihak swasta. Kalau memang tidak dapat Jadup, kami bisa apa, " kata Koordinator Huntara Kelurahan Tondo, Akbar, Minggu (14/7).

Akbar menjelaskan, huntara yang dibangun pihak swasta di Kelurahan Tondo ini memiliki 50 unit bilik. Namun yang terisi hanya 47 bilik atau total keseluruhan penghuni 160 jiwa yang merupakan warga dari Kelurahan Tondo Ngapa dan eks Iradat Puri yang rumahnya rusak akibat gempa dan tsunami 28 September 2018.

" Mata pencaharian warga penghuni huntara beragam. Diantaranya sebagai pekerja meubel, nelayan dan buruh bangunan," ujarnya.

Menjawab pertanyaan tentang suplai air bersih dan listrik di huntara, Akbar mengaku tidak ada kendala terkait hal itu. Namun menurutnya, untuk resapan limbah pembuangan WC umum warga, masih bermasalah karena bak penampungannya sangat kecil. Sehingga terkadang warga melakukan penyedotan sendiri jika bak penampungnya sudah penuh.

" Untuk listrik tidak ada kendala, kami biasanya patungan untuk membeli pulsa listrik. Biasanya perbulan Rp10 ribu hingga Rp15 ribu per kepala keluarga," ujarnya.

Selain itu, bila musim penghujan tiba, huntara digenangi air karena lokasi huntara berada di dataran rendah. "Bila hujan turun, airnya masuk ke dalam huntara. Selain lokasi tempat kami berada di dataran rendah, letak lantai huntara rata dengan tanah. Sehingga kami selalu kebanjiran," katanya.

Plt Dinas Sosial Kota Palu, Mochamad Nur Sidik dikonfirmasi PaluPoso melalui Whatsapp, Minggu (14/7), berjanji akan melakukan pengecekan mengenai laporan warga di Huntara Kelurahan yang belum terdata Jadup. "Kami akan mengecek di data. Mohon bantuannya bila ada foto copy kartu keluarga mereka," ujarnya.

Sumber : Palu Poso
Sudah dilihat 55 kali

Komentar