Penyakit-penyakit Ini yang Buat BPJS Kesehatan Tekor

18 September 2019, 21:10 WIB
1 0 79
Gambar untuk Penyakit-penyakit Ini yang Buat BPJS Kesehatan Tekor
Beban BPJS Kesehatan cukup dahsyat dari sisi penyakit katastropik yang harus ditanggung.

Penyakit katastropik merupakan penyakit-penyakit yang membutuhkan biaya tinggi dalam pengobatannya serta memiliki komplikasi yang dapat mengancam jiwa. Penyakit yang termasuk dalam golongan katastropik adalah golongan penyakit-penyakit tidak menular.

Penyakit katastropik yang cukup merogoh kocek BPJS Kesehatan cukup dalam adalah jantung. Dengan biaya selama 2018 mencapai Rp 10,5 triliun. Dari Januari-Maret 2019 sendiri biaya penyakit jantung ini mencapai Rp 2,81 triliun.

Sementara penyakit kedua yang cukup besar biayanya adalah kanker. Di mana di 2018 biayanya mencapai Rp 3,40 triliun dan selama Januari-Maret 2019 mencapai Rp 1,09 triliun.

Disarikan dari: CNBC Indonesia
Grafis: BPJS Kesehatan

  Komentar untuk Penyakit-penyakit Ini yang Buat BPJS Kesehatan Tekor

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!

Other Posts

Terbaru


Terpopuler

  1. Pesan Bapak Kepala Dinas Pendidikan Lombok Tengah Untuk Sang Kepala Sekolah

    Zulkarna  di  Batukliang, Lombok Tengah  |  26 May 2020
  2. Jaga Jarak Selama Pandemi Lebaran Tetap Bisa Silaturahmi

    Satriandesta Mahadyasastra  di  Pondok Melati, Bekasi Kota  |  24 May 2020
  3. Hargailah Para Pejuang Melawan Covid-19

    Zulkarna  di  Batukliang, Lombok Tengah  |  23 May 2020

Komentar Terbanyak

  1. 6
    Komentar

    Pesan Bapak Kepala Dinas Pendidikan Lombok Tengah Untuk Sang Kepala Sekolah

    Zulkarna  di  Batukliang, Lombok Tengah  |  26 May 2020
  2. 4
    Komentar

    Selamat Hari Raya Idul Fitri 1441 H

    Lalu Iskandar  di  Batukliang, Lombok Tengah  |  23 May 2020
  3. 3
    Komentar

    Hargailah Para Pejuang Melawan Covid-19

    Zulkarna  di  Batukliang, Lombok Tengah  |  23 May 2020
  4. 3
    Komentar

    SENIMAN DELES KEMIREN, PENCIPTA TARI LUNDOYO

    Ayu Darwiyanti  di  Banyuwangi, Banyuwangi  |  25 May 2020