Penundaan Pembayaran Kredit Masyarakat Pasigala

45892 medium post 52686 5e24b874 a5b4 40f8 a5d1 be7d3fa80526 2019 01 12t21 49 34.624 08 00 45893 medium post 52686 723b95f9 315c 4808 a2e0 f1f01d6183a3 2019 01 12t21 49 44.421 08 00
Pasca kejadian bencana alam Gempa bumi, Tsunami, dan Likuifaksi yang memporak-porandakan Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Donggala pada 28 September 2018, menyebabkan banyak kerugian salah satunya adalah ketidakstabilan pemasukan dan pendapatan ekonomi masyarakat. Dengan ketidakstabilan pendapatan ekonomi masyarakat tersebut membuat masyarakat yang mempunyai kredit di perbankan akan semakin sulit untuk terus menjalankan kewajiban sebagai nasabah atau debitur dengan membayar iuran kredit kepada bank dan juga perusahaan pembiayaan atau leasing.

Menganggap hal itu akan menjadi kendala bagi keberlangsungan hidup masyarakat, maka sebagian masyarakat yang mewakili masyarakat umum PASIGALA (Palu Sigi Donggala) berinisiatif menggagas sebuah Forum Perjuangan Pemutihan Hutang (FPPH) Sulawesi Tengah untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat dengan mengajukan permohonan kepada seluruh Bank Umum, Bank Swasta, Bank Umum Syariah, Bank Pengkreditan Rakyat dan Seluruh Perusahaan Pembiayaan atau Leasing yang berada di Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Donggala untuk Perpanjangan penundaan pembayaran kredit selama 3 (tiga) tahun, Melakukan penundaan pembayaran kredit selama 3 (tiga) tahun bagi yang tidak menjalankan peraturan penundaan dalam artian tidak menjalankan Peraturan OJK Nomor 45/POJK.03/2017 tentang Perlakuan Khusus Terhadap Kredit atau Pembiayaan Bank Bagi Daerah Tertentu di Indonesia Yang Terkena Bencana Alam, Tidak melakukan penagihan kredit kepada nasabah/debitur sebelum dikabulkan permohonan ini dan/atau dijawab permohonan ini, dan Agar kiranya permohonan ini diteruskan ke unit-unit bank dan unit-unit leasing di Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Donggala.

Berdasarkan poin permohonan nomor 3 (tiga) diatas, FPPH mengeluarkan surat ekspedisi (Tanda Terima Surat) untuk para nasabah/debitur sebagai pegangan penerima penghapusan kredit di bank dengan menunjukkan pembuktian surat ini kepada perbankan terkait jika melakukan penagihan kepada nasabah.
Sudah dilihat 516 kali

Komentar