Penuh Haru, YPI Dampingi Ahli Waris Terima Santunan BPJS Ketenagakerjaan.

2 0 170
Gambar untuk Penuh Haru, YPI Dampingi Ahli Waris Terima Santunan BPJS Ketenagakerjaan.
Palu – Program Manajer sekaligus Direktur Yayasan Pusaka Indonesia perwakilan Palu, Kristina Perangin-angin, soreh tadi (10/9) mengunjungi kantor Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Tengah dalam rangka mendampingi ahli waris Bapak Adi J (alm) untuk menerima santunan jaminan kematian dari BPJS Ketenagakerjaan. Kunjungan tersebut merupakan salah satu bentuk keseriusan YPI dalam mendampingi penerima manfaat program yang telah di daftarkan ke BPJS Ketenagakerjaan. Turut hadir dalam serah terima santunan tersebut Bapak Drs. H. Ridwan Mumu, M.Si, Kepala Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Tengah, yang menyerahkan secara langsung santunan jaminan kematian kepada Jamiria, istri/ahli waris alm. Adi J, setelah sebelumnya di serahkan dari pihak BPJS Ketenagakerjaan. Pada kesempatan itu Kepala Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Tengah juga menyampaikan ucapan turut berdukacita kepada keluarga yang ditinggalkan serta dapat tabah dalam menghadapi cobaan ini.

“Walaupun jumlahnya mungkin tidak besar, tapi saya berharap santunan ini dapat sedikit meringankan beban keluarga alm. Adi J. Gunakan santunan ini dengan baik, boleh untuk modal usaha, atau untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan keluarga lainnya”, ucap Ridwan saat menyerahkan santunan secara simbolis.

Setelah menerima santunan secara simbolis, Kristina (PM YPI) menuntun Ibu Jamirihan yang masih dalam keadaan haru, menuju kembali ke tempat duduknya.

“Terimakasih untuk Yayasan Pusaka Indonesia, terkhusus Ibu Tina dan Bang Elvandri yang sudah mendaftarkan almarhum suami saya ke BPJS Ketenagakerjaan dan juga membantu mengurusi klaimnya. Dana santunan ini akan saya pergunakan dengan baik. Mungkin setelah membuat do’a ke 40 malam suami saya, saya akan memulai usaha kecil-kecilan melalui dana santunan ini”. Tutur Jamiriah sedikit menahan tangis.

Pada fase tanggap darurat, YPI sendiri tercatat sudah mendaftarkan penerima manfaat sebanyak 910 orang ke BPJS Ketenagakerjaan. 910 Orang tersebut berasal dari 3 desa intervensi program, yakni Desa Omu, Desa Salua dan Desa Bolapapu. Sementara pada fase recovery (Pemulihan), peserta padat karya yang berasal dari 4 desa, yakni desa jono, desa sambo, desa wisolo dan desa baluase, ditambah staf pendukung di lapangan, total tercatat 547 orang yang telah didaftarkan ke BPJS Ketenagakerjaan.

“Semua proses pendaftaran maupun klaim ke BPJS Ketenagakerjaan didampingi oleh staf YPI, baik mengenai kelengkapan administrasi pendaftaran hingga pada kelengkapan administrasi jika akan melakukan klaim santunan ke BPJS Ketenagakerjaan. Kinerja dari BPJS Ketenagakerjaan sendiri dalam hal ini sangat baik sekali, semua proses pengurusan terlaksana dengan tanpa ada hambatan dan kesulitan oleh staf kami. Saya berharap kedepannya akan terus berlangsung dengan baik dalam hal pengurusan pendaftaran maupun klaim ke BPJS Ketenagakerjaan”. Tutur Kristina di akhir diskusi bersama atmago.

  Komentar

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!

Other Posts

Terbaru


Terpopuler

  1. PSBB DKI Jakarta Pemberlakuan Dan Pembatasan Aktivitas Luar Rumah 11 - 25 Januari 2021

    𝙈𝙊𝙃𝘼𝙈𝙈𝘼𝘿 𝙅𝘼𝙀𝙉𝙐𝘿𝙄𝙉  di  Jakarta Pusat  |  9 Jan 2021
  2. Dialog Konservasi "Mengenal Potensi Diri"

    Wiwin Anastasia  di  Jakarta Pusat  |  11 Jan 2021
  3. Informasi Beasiswa Pelatihan Bahasa Jepang

    Wiwin Anastasia  di  Surabaya  |  12 Jan 2021
  4. Donor Darah dan Donor Plasma Konvalesen PMI Tangsel

    Widya Sari  di  Tangerang Selatan Kota  |  8 Jan 2021

Komentar Terbanyak

  1. 2
    Komentar

    Ayo Donor Darah Dan Dapatkan Freepas Tiket Nonton XXI PGC

    𝙈𝙊𝙃𝘼𝙈𝙈𝘼𝘿 𝙅𝘼𝙀𝙉𝙐𝘿𝙄𝙉  di  Kramat Jati, Jakarta Timur  |  6 jam lalu
  2. 0
    Komentar

    Webinar Perempuan: Yang Tabu Ketika Jadi Ibu

    Widya Sari  di  Pandeglang  |  12 Jan 2021
  3. 0
    Komentar

    Rekruter Indonesia Bersatu : New Year New You

    Radiansyah  di  Jakarta Pusat  |  9 Jan 2021
  4. 0
    Komentar

    Perspektif Gender Dalam Penanganan Pandemik COVID-19

    Widya Sari  di  Brebes  |  13 Jan 2021