Penjelasan berbagai jenis minyak zaitun (olive oil)

Header illustration
Hharus dipahami terlebih dahulu bahwa olive oil secara populer dibagi atas tiga jenis yaitu Olive Oil (OO), Virgin Olive Oil (VOO), dan Extra Virgin Olive Oil (EVOO). Meskipun sama-sama olive oil ketiganya memiliki perbedaan yang wajib diketahui.

Olive Oil (OO)

Jenis yang pertama ini merupakan jenis yang kualitasnya paling jelek di antara jenis olive oil, namun populer di khalayak. Olive oil ini biasanya memiliki warna yang terang, tidak memiliki wangi ciri khas buah olive, dan memiliki tingkat asam oleic antara 3-4% atau mungkin lebih. Pada label botol produk olive oil biasanya fungsinya ditulis “For sauteing & grilling” dalam bahasa Indonesia “Untuk oseng-oseng dan bebakaran”. Oleh karena itu olive oil jenis ini boleh disetarakan kualitasnya dengan minyak goreng pada umumnya.

Virgin Olive Oil (VOO)

Jenis olive oil yang kedua yaitu virgin olive oil (VOO). Kualitas VOO lebih baik daripada VO, tetapi proses pembuatan atau ekstrasinya sama seperti OO yaitu menggunakan panas dan dapat menggunakan bahan kimia. Tingkat asam oleicnya yaitu antara 1-3%. Kualitas VOO bukanlah yang terbaik karena memang difungsikan untuk menggoreng dan menyate. Dikarenakan fungsinya yang setengah-setengah ini maka jarang ditemukan VOO dijual di supermarket.
Populer: 33 Bahan Utama Menu MPASI 6 Bulan

Extra Virgin Olive Oil (EVOO)

Jenis olive oil yang ketiga inilah yang paling populer bagi orang pada umumnya, dan khususnya bagi koki dan ibu-ibu. Tidak seperti OO dan VOO, extra virgin olive oil memiliki tingkat titik bakar yang rendah sehingga lebih mudah terbakar. Warna EVOO adalah hijau gelap, tidak seperti OO dan VOO yang berwarna terang. Begitupun aromanya, lebih tercium bau alami buah olive. Sifat-sifat ini menunjukkan kealamian olive oil. Oleh karenanya, kebanyakan EVOO digunakan oleh koki sebagai dressing dan pada saat marinating saja.

Tingkat asam oleic EVOO berada di bawah 1%. Hal ini menjadikan EVOO sebagai juara satu dari segi kualitas di antara olive oil yang lainnya. Cara pemrosesan buah olive hingga menjadi olive oil juga tidak menggunakan panas dan bahan kimia sehingga relatif aman untuk dikonsumsi secara langsung. Kualitas EVOO yang terbaik inilah menjadi alasan utama kenapa EVOO menjadi populer di kalangan ibu-ibu.
Olive Oil Untuk Bayi

Ada beberapa pertanyaan yang sering diajukan terkait dengan hubungan antara kualitas olive oil dan fungsinya bagi pertumbuhan bayi. Beberapa pertanyaan tersebut adalah sebagai berikut.

Bagaimana memilih olive oil yang cocok untuk bayi?
Apakah olive oil aman bagi bayi?

Jawaban singkat untuk dua pertanyaan di atas adalah EVOO. Tidak diragukan lagi EVOO merupakan satu-satunya jenis olive oil yang cocok dan relatif aman bagi bayi karena mengandung asam oleic yang rendah.
Manfaat EVOO Untuk Bayi

Pada penelitian dalam Journal of Medical Biochemistry (2011) yang ditulis oleh Pande menunjukkan bahwa kombinasi yang tepat antara tripalmitin, extra virgin olive oil free fatty acids (EVOOFFA), dan docosahexaenoic acid single cell oil free fatty acids (DHASCOFFA) dapat meningkatkan kualitas produksi susu formula hingga tahap mendekati kualitas ASI. Sebagai tambahan, artikel tersebut juga menyebutkan bahwa susu formula yang dijual di pasaran dibuat menggunakan vegetable oil yang mengandung kombinasi palmitic acid yang sebenarnya memiliki posisi berlawanan dengan triacyglycerol yang terkandung dalam ASI. Dengan demikian, tidak dapat dipungkiri bahwa EVOO mengandung nutrisi yang penting bagi pertumbuhan dan perkembangan bayi.
Populer: 6 Rahasia Utama EVOO Untuk Pertumbuhan Bayi
Bahaya Memberikan Olive Oil Yang Salah Untuk Bayi

Menurut penelitian Zein yang tercantum dalam Journal of the American Oil Chemists’ Society (2013), olive oil dapat menjadi penyebab terjadinya infeksi pada paru-paru atau dalam istilah ilmiahnya disebut lipoid pneumonia. Infeksi ini biasanya diawali oleh kurangnya variasi fatty acid atau asam lemak yang dikonsumsi oleh bayi, dengan kata lain nutrisi tidak lengkap. Infeksi ini menyebabkan kerusakan pada syaraf paru-paru sehingga akibatnya tentu akan seperti sulit bernapas dan batuk-batuk hebat.

Telah disebutkan sebelumnya bahwa olive oil yang paling baik adalah EVOO. Sekarang alasannya jelas mengapa EVOO baik untuk bayi. Selain dikarenakan oleic acid yang dikandung oleh EVOO sangat rendah dibandingkan dengan jenis lain seperti OO dan VOO, EVOO juga mengandung asam lemak palmitoleic dan palmitic. Adanya kandungan palmitic dalam EVOO juga disebut Pande (2013) sebagai komponen utama kualitas EVOO dalam membentuk nutrisi yang mirip ASI.

Dengan demikian, wajib dipahami bahwa hanya EVOO-lah yang patut diberikan pada bayi, bukan OO atau VOO. Memberikan OO atau VOO kepada bayi sama saja memberi minum bayi dengan minyak goreng. Sungguh tidak cocok kan?

Daftar Pustaka

Analysis of Fatty Acids in Ghee and Olive Oil and Their Probable Causal Effect in Lipoid Pneumonia
Mirghani, Zein; Zein, Tayseer; Annoble, Samuel; Winter, John; Mostafa, Randa. Journal of Medical Biochemistry; Belgrade 30.2 (Jan 2011): 141.
Synthesis of Infant Formula Fat Analogs Enriched with DHA from Extra Virgin Olive Oil and Tripalmitin. Pande, Garima; Sabir, Jamal S; M; Baeshen, Nabih A; Akoh, Casimir C. JAOCS, Journal of the American Oil Chemists’ Society; Champaign 90.9 (Sep 2013): 1311-1318.
https://www.mpasi.org

Komentar