Penjelasan Badan POM Tentang Penggunaan Plastik untuk Memasak Lontong

24933 medium 28795924 216139455790262 3163509536497142912 n
Penjelasan Badan POM

Sehubungan pemberitaan dengan judul “Hati-Hati Masak Lontong Dibungkus Plastik, Dapat Menyebabkan Kanker dan Mandul” yang beredar di media sosial akhir-akhir ini, masyarakat perlu lebih memahami tentang plastik yang biasa digunakan untuk membungkus/mewadahi berbagai jenis pangan.

Pada umumnya kantong plastik yang tersedia di pasaran terbuat dari bahan baku Low Density Polyethylene (LDPE), Linear Low Density Polyethylene (LLDPE), High Density Polyethylene (HDPE), Polypropylene (PP), dan Oriented Poly Propylene (OPP). Masing-masing jenis plastik tersebut memiliki sifat yang berbeda-beda, seperti titik leleh, kelenturan, kejernihan, ketahanan terhadap suhu, dll.

Berdasarkan sifat tersebut, terdapat beberapa jenis plastik yang titik leleh dan titik melunak (softening point) tinggi (di atas 100°C), yaitu plastik jenis LLDPE, HDPE, PP, dan OPP. Dengan demikian, plastik jenis tersebut relatif aman jika digunakan pada suhu tinggi (perebusan/pengukusan), termasuk untuk digunakan dalam pembuatan lontong.

Sementara, untuk kantong plastik LDPE memiliki titik melunak yang rendah, yaitu pada suhu 830C - 98°C, sehingga disarankan hanya digunakan untuk penyimpanan atau proses pemasakan di bawah suhu tersebut. Meski demikian, jenis plastik ini dapat digunakan untuk penyimpanan beku hingga suhu -50°C, namun tidak sesuai untuk bahan pangan berlemak. Berbagai jenis plastik pada dasarnya bersifat inert (tidak mudah bereaksi) dan tidak menimbulkan bahaya terhadap kesehatan. Akan tetapi, adanya bahan-bahan tambahan (additive) seperti pelicin, antioksidan, pewarna, dsb. dalam proses pembuatan plastik, berisiko terhadap kesehatan.

Secara kasat mata, plastik kemasan pangan sulit dibedakan jenisnya, sehingga kantong plastik yang beredar di pasar sebaiknya dilakukan uji migrasi untuk menjamin keamanannya. Berdasarkan Peraturan Kepala Badan POM No. HK.03.1.23.07.11.6664 tahun 2011 tentang Pengawasan Kemasan Pangan, di antaranya menyebutkan bahwa plastik untuk kemasan pangan termasuk membuat lontong harus memenuhi syarat uji migrasi dan agar setiap plastik yang dijual diberi label dengan jelas, seperti jenis ketahanan panas, dll.

“Sebagai perlindungan terhadap masyarakat, Badan POM terus melakukan pengawasan terhadap produk kemasan pangan yang kemungkinan tidak memenuhi syarat”, jelas Kepala Badan POM, Penny K. Lukito. “Masyarakat harus berhati-hati dalam menggunakan plastik untuk memasak termasuk merebus lontong. Jika masyarakat ragu atau memerlukan informasi lebih lanjut dapat menghubungi Contact Center HALO BPOM 1-500-533 (pulsa lokal), SMS 0812-1-9999-533, e-mail halobpom@pom.go.id, atau Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) Balai Besar/Balai POM di seluruh Indonesia”, tutup Kepala Badan POM.

Untuk informasi lebih lanjut hubungi:

Contact Center HALO BPOM di nomor telepon 1-500-533, SMS 0-8121-9999-533, email halobpom@pom.go.id, atau Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) Balai Besar/Balai POM di seluruh Indonesia.

Sumber: https://bit.ly/2I4NmOf
Sudah dilihat 109 kali

Komentar