Pengusaha Gugat Aturan Diet Kantong Plastik di Bogor

57804 medium bima1
Oleh : Husnul Khatimah

BOGOR TENGAH, AYOBOGOR.COM--Asosiasi Industri Olefin, Aromatik, dan Plastik Indonesia (Inaplas) dikabarkan telah menggugat Peraturan Wali Kota Bogor Nomor 61 Tahun 2018 Tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik. Gugatan tersebut, dilayangkan ke Mahkamah Agung (MA).

Wali Kota Bogor Terpilih, Bima Arya membenarkan adanya gugatan tersebut dan pihaknya siap untuk menghadapi proses persidangan.

"Kita hadapi, saya sudah dengar dan kita akan hadapi," ujar Bima kepada wartawan, Selasa (9/4/2019).

Bima yang akan dilantik menjadi Wali Kota setelah Pemilu 2019 itu mengatakan, diet kantong plastik yang diterapkan di Bogor belum sepenuhnya melarang penyediaan kantong plastik. Aturan tersebut sejauh ini hanya berlaku untuk toko ritel modern.

"Kan belum melarang, di pasar tradisional masih ada, sekarang masih terbatas di minimarket, belum total. Artinya jangan bersilat lidah lah, yang merusak lingkungan jangan bersilat lidahlah kita akan hadapi proses hukumnya," tegas Bima.

Sebelumnya, wakil Ketua Inaplas Suhat Miyarso mengatakan, Inaplas sudah mendaftarkan gugatan ke Mahkamah Agung untuk peninjauan kembali (judicial review) terkait aturan diet kantong plastik di Kota Bogor.

"Judul dari peraturan Wali Kota Bogor yaitu pengurangan penggunaan kantong plastik, tapi isinya terdapat pelarangan plastik. Sehingga kami, ajukan judicial review ke MA pada Kamis kemarin," ujar dia di Jakarta dikutip dari liputan6.com.

Menurutnya, pelarangan penggunaan kantong plastik oleh pemerintah daerah Kota Bogor tidak ada di dalam Undang-Undang Pengelolaan Sampah.

"Jadi peraturan Wali Kota Bogor menyimpang dari undang-undang yang lebih tinggi itu. Kami minta kepada pemerintah daerah untuk tidak membuat peraturan melarang penggunaan plastik, karena ini tidak efektif mengurangi sampah plastik," ungkapnya.

Suhat menjelaskan, Inaplas bersedia bekerjasama kepada pemerintah daerah yang kesulitan dalam menangani sampah plastik dengan memberikan bimbingan mengatasi sampah.

"Tangani sampah itu bukan dengan peraturan pelarangan, tapi harusnya menerapkan manajemen pengelolaan sampah. Sampah itu diolah, kalau yang membusuk bisa dijadikan pupuk, kalau bisa dibakar, kita bakar," tegasnya.
Sudah dilihat 46 kali

Komentar