Pengunjung Festival Al Azhom Keluhkan Tarif Parkir

7317 medium wp 1475497552883 150x150
Penyelenggaraan Festival Al-Azhom oleh Pemkot Tangerang dicederai oknum dengan menerapkan tarif parkir selangit. Bahkan warga menganggap tarif parkir pada even yang sudah memasuki tahun kelima tersebut melebihi tarif parkir di pusat-pusat perbelanjaan.

Keluhan ini pertama kali disampaikan warga bernama Dita Ratnanesia Ayu Dayanti melalui aplikasi LAKSA Tangerang LIVE, Minggu (2/10/2016) pukul 20.50 WIB. Selain tarif parkir yang lebih mahal dari pada parkir di Mall, Dita juga menuliskan bahwa biaya yang harus dikeluarkan tersebut harus dibayar di muka.

Dalam kolom aspirasinya, Dita juga melampirkan foto karcis parkiran untuk mobil senilai Rp 10.000. Dalam karcis juga tertulis himbauan “apabila terjadi kehilangan/kerusakan, bukan menjadi tanggungjawab kami”. Sementara, untuk sepeda motor karcis parkir di Jalan Satria Sudirman senilai Rp 3.000.

“Apa ini sudah sudah sesuai dengan tarif retribusi perparkiran yang sudah diterapkan di Perda?” tanya Dita dalam tulisannya.

Menurut Dita, setiap ada acara di Kota Tangerang seperti Festival Al-Azhom dan Festival Cisadane selalu memasang biaya parkir yang tinggi dan cara pembayaran dimuka.

“Gimana mau setiap event Kota dimeriahkan oleh masyarakat sendiri kalau caranya masih seperti ini,” ucap Dita lagi.

Menanggapi keluhan tersebut, Pihak Pemkot Tangerang melalui Dinas Perhubungan mengucapkan terima kasih untuk informasi terkait mahalnya biaya parkir di Festival Al-Azhom. “Terima kasih untuk informasinya, akan kami bantu tindaklanjuti,” tulis akun Dinas Perhubungan dalam komentarnya.

Seperti di ketahui, Festival Al-Azhom ke V tahun 2016 ini dibuka oleh Walikota Tangerang Arief R Wismansyah pada Sabtu (1/10/2016) yang juga dihadiri oleh Gubernur Banten, Rano Karno. 

Sumber: tangerangonline.id

Sudah dilihat 149 kali

Komentar

  • 292 new thumb data

    Semoga bisa menjadi perhatian bersama, biar tidak ada yang memancing di air keruh

  • Missing avatar

    Semoga tidak terulang lagi dan menjadi pelajaran bagi para penyelenggara lainya ke depan. Biar gak menciderai event yg bagus

  • Missing avatar

    Semoga keluhannya didengar aparat yang berwenang.