Penggusuran PKL Sawojajar Resmi Diundur

Header illustration
Pembongkaran Pedagang Kaki Lima (PKL) di Jalan Raya Sawojajar, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang resmi ditunda hingga waktu yang belum ditentukan. Plt Kepala Satpol PP Kota Malang, Dicky Haryanto, mengatakan, salah satu keputusan dalam pertemuan antara PKL dan pejabat pemkot adalah penundaan penggusuran.
"Setelah ini kami akan laporan dulu kepada Pak Wali Kota. Jadi belum tahu sampai kapan penundaan itu," kata Dicky Haryanto, usai pertemuan, Jumat (5/8/2016).
Dalam surat peringatan ketiga yang dilayangkan ke PKL, penggusuran akan dilakukan Minggu (7/8/2016). Karena Minggu adalah hari tak aktif, penggusuran akhirnya direncanakan mundur sehari. Namun, rencana itu batal setelah sekitar 20-an PKL datang dan menggelar pertemuan di balai kota dengan Wakil Wali Kota Malang, Sutiaji.

Menurut Sutiaji, rencana penggusuran sudah sesuai dengan aturan yang ada. Aturan yang dimaksud adalah Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 4 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Dalam Perda tersebut, titik lokasi tempat bedak PKL jelas berwarna hijau.
"Warna hijau berarti lokasi tidak diperbolehkan ada bangunan apapun dan peruntukannya hanya untuk Ruang Terbuka Hijau (RTH)," kata Sutiaji, dalam kesempatan yang sama.
Idealnya, RTH suatu wilayah adalah 20 persen dari total luasan. Kota Malang, kata Sutiaji, baru memenuhi sekitar 13 persen. Kekurangan sekitar tujuh persen itu didorong dengan pembuatan taman di lokasi PKL Sawojajar saat ini. Penggusuran yang sama juga akan dilakukan pada PKL di Jalan Raya Langsep, Jalan Ki Ageng Gribig, dan Jalan Pulosari.
"Pijakan Satpol PP memberi surat peringatan sudah benar secara aturan. Saya meminta maaf jika waktu membangun tidak ada teguran dari pemkot," ujarnnya, menjawab pertanyaan salah satu pedagang dalam pertemuan itu.
Ia berjanji akan mencarikan solusi dengan Wali Kota setelah pertemuan itu. Akan tetapi, solusi tidak bisa diambil dan diputuskan dalam waktu yang sangat dekat.

Komentar