PENGENALAN MEDIA BERBASIS WARGA KELAS DUA

24902 medium img 20180501 wa0020
Wonosari (01/5),
AtmaGo media sosial yang lahir dengan slogan "warga bantu warga" menghubungkan warga lewat teknologi sebagai pemanfaatan zaman dimana tantangan baru era digital, AtmaGo mendorong perlu adanya peran perempuan agar lebih dekat mengenali elektro produktif. Edukasi AtmaGo berada dalam jalur jurnalistik, salah satu visinya adalah membina shoft skill dan hard skill perempuan sebagai future yang unggul dan di butuhkan oleh lingkungannya. Kesadaran yang dimaksud yaitu kehendak budi luhur atas dirinya sendiri dan bermanfaat untuk orang lain. Seperti halnya dengan menulis secara sadar adalah bentuk melawan sikap lingkungan dan budaya patriarkhi bukan? Artinya, perempuan dapat menggunakan media AtmaGo lewat karya tulisnya akan meluruskan streotipe yang sudah melekat kepada mereka, perspektif patriarkhi hanya memujinya sebagai ”tuan putri rumahan”. Dan di dalam kontestasi peran dan kelasnya sosialnya, selalu di nomor duakan. Seharusnya perempuan mulai resah bila di nomor duakan.

Diskusi tersebut merupakan evaluasi terhadap media jurnalistik khususnya AtmaGo dalam peningkatan nilai kinerja media sebagai media online berbasis warga yang produktif. Pengembangan informasi yang ada dalam masyarakat, isue-isue maupun opini public disajikan dalam literasi gaya “khas” AtmaGo, yaitu pembawaan narasi yang santai dan mudah diminati oleh semua kalangan pembaca khususnya warga masyarakat. Ungkap Silvia selaku Manager Pemberdayaan Perempuan AtmaGo “kita juga harus meningkatkan mutu berita yang independen, nature,factual dan bersih dari hoax” tegasnya.

Kegiatan yang berlangsung pada hari Selasa, 01 Mei 2018, Jam 10:00-12:00 WIB. Bertempat di Gerai Oisi, Besari,Desa Siraman, Gunungkidul. Dengan dihadiri sejumlah warga dan mitra AtmaGo, kegiatan ini merupakan penguatan basis AtmaGo untuk lebih progress, massif dan dinamis dalam menyikapi situasi dan kondisi yang terjadi di dalam masyarakat dan tentunya ditulis oleh warga masyarakat itu sendiri. Sehingga menjadi hal yang penting mengenalkan AtmaGo sebagai media yang berbasis pada warga sesuai dengan tag line AtmaGo “ warga bantu warga” Kata Retnoningsih selaku moderator dan pelaksana kegiatan. Media ini berprespektif perempuan karena menggunakan perempuan untuk dapat masuk dan lebih dikenal oleh warga “Perempuan harus lebih dekat dengan kontrak sosialnya dan dengan pelatihan jurnalis sederhana, perempuan tidak akan terbelakang karena akan selalu meng Up grade pengetahuannya dengan membaca dan menulis”, imbuhnya.(*)
Sudah dilihat 94 kali

Komentar