Pengedar pil koplo di Lamongan tertangkap.

25888 medium pixlr 20180524095245183
Muhammad Hilmi (48) warga Desa Kranji RT 05 RW 04 Kecamatan Paciran Lamongan Jawa Timur,
pengedar pil terlarang akhirnya diringkus polisi setelah beberapa hari kabur.
Tersangka sebelumnya berstatus dalam daftar pencarian orang (DPO) setelah anggota Satreskoba Lamongan berhasil mengamankan sebanyak 820 butir pil carnopen di rumahnya.
Tersangka Hilmi diketahui sebagai pengedar pil carnopen di kalangan nelayan dan anak muda. Sepak terjangnya bahkan kerap memicu kemarahan warga lingkungannya.
Kejengkelan warga akhirnya memuncak dan melaporkan aktivitas Hilmi itu ke polisi.
"Waktu itu polisi bergegas bergerak ke rumah tersangka," kata Kasatreskoba Polres Lamongan , AKP Djoko Bisono, Selasa (22/5/2018).
Namun, saat petugas menggerebek di rumahnya, Hilmi berhasil kabur. Polisi berusaha mencari barang bukti di rumah tersangka, dan ditemukan barang bukti 820 butir pil carnopen, sejumlah uang tunai dan HP.
Polisi mengamankan semua barang bukti dan mencari jejak tersangka. Beberapa hari tersangka tidak bisa dikenali jejaknya dan baru berhasil ditangkap, Selasa ini.
Ketika ditangkap, tersangka tidak berani melakukan perlawanan apapun. Hilmi digelandang ke polres untuk menjalani pemeriksaan.
Djoko memperkirakan, Hilmi mempunyai jaringan dengan para pemasok dari luas wilayah. Hilmi dijerat UU RI Nomor 36/2009 tentang Kesehatan Jo Pasal 55 Ayat (1) ke 1e KUHP.
"Sedang dikembangkan siapa pemasoknya," kata Djoko.
Sudah dilihat 88 kali

Komentar