PENDIDIKANMU, PENDIDIKAN KITA SEMUA

43384 medium post 50383 353eb42f 81ec 4ced 9df8 00e4587fbc09 2018 12 20t21 19 53.962 08 00
Sekolah, dengan berbagai dialektika kehidupan di dalamnya, seolah menjadi diorama panggung hidup yang menggambarkan kondisi riil masyarakat.
Di dalamnya ada kepala sekolah sebagai pemimpinnya, dan peserta didik sebagai rakyatnya. Ada pula tata tertib yang bersinonim dengan aturan yuridis yang mengatur hidup dan kehidupan masyarakat sekolah, baik yang berkenaan dengan anjuran/perintah, larangan, sanksi maupun reward di dalamnya. Semuanya saling mengisi dan melengkapi satu sama lain dalam sebuah drama diorama yang unik yang kita kenal dengan nama sistem pendidikan.
Sistem pendidikan dengan berbagai kompleksitasnya, senantiasa mendorong dan memacu setiap proses,  agar terbangun sinegitas roda sistem untuk mencapai tujuan ideal sesuai SOP (standar operasional prosedur).
Setiap produk dari sebuah sistem, khususnya sistem pendidikan nasional, akan selalu memiliki ruang dan celah kurang atau kelemahan yang membutuhkan saran, kritik dan masukan dari banyak pihak, khususnya para praktisi pendidikan yang terjun langsung di lapangan.
Saran, kritik dan masukan yang dimaksud bukan bermaksud untuk merusak sistem, namun ditujukan untuk memperbaiki dan menyempurnakan sistem itu sendiri, agar bersinergi dengan situasi dan kondisi riil pelaku dan sasaran sistem di lavel grassroot understanding.
Ada tiga komponen utama pendidikan dalam sistem pendidikan nasional,  yaitu (1) peserta didik, (2) pendidik dan tenaga kependidikan, dan (3) kurikulum.
Selain tiga komponen utama tersebut, tentu masih banyak komponen pendidikan yang lain. Semua komponen pendidikan tersebut dalam sistem pendidikan nasional dikenal sebagai satu kesatuan sistem yang terpadu dan saling kait mengait, saling pengaruh mempengaruhi antara satu komponen dengan komponen yang lain, yang berpengaruh terhadap pemerataan pendidikan, mutu pendidikan, dan pengelolaan pendidikan.
Ibarat benda yang berdimensi. Dimensi yang terpenting dalam sebuah sistem pendidikan adalah dimensi mutu pendidikan. Itulah sebabnya, maka dalam sistem pendidikan nasional semua komponen pendidikan dapat disebut sebagai dimensi mutu pendidikan.
Dan jika hendak memahami Konsep dasar mutu ala Juran, Crosby dan Deming, maka muaranya adalah kepuasan pelanggan.
Dan dalam dunia pendidikan sendiri, kepuasan pelanggan akan sangat ditentukan oleh kualitas produk-produk yang dihasilkan. Dan produk pendidikan yang paling utama yaitu jasa atau layanan.
Lalu siapa pelanggannya?. Pelangganya tentu yang paling utama yaitu para peserta didik di lingkungan lembaga pendidikan. Termasuk di dalamnya pendidik dan tenaga kependidikan, orang tua, pemerintah dan kembaga-lembaga swasta yang kita kenal dengan istilah stakeholders internal dan eksternal.
Bersambung... #SekolahkuNTB #BangunPendidikanBermaknaBersamaAtmaGo #PendidikanHumanisTanpaPolitis
Sudah dilihat 63 kali

Komentar