Pencemaran tambang di tiu harus dipisahkan dari urusan politik

68380 medium post 72549 02ebf7b6 4baa 4edd b41b 7d277a6fa267 2019 07 31t00 32 54.956 08 00 68381 medium post 72549 2909946d 6866 48d6 b755 a3654a51b8cf 2019 07 31t00 34 11.045 08 00
Dampak kegiatan pertambangan yang terjadi di morowali utara khususnya kecamatan petasia barat tepatnya danau tiu yang sudah tercemar limbah tambang, adalah permasalahan bersama semua pihak.

Sebagai bagian dari anak cucu leluhur kami dan putra daerah yang berdarah asli mori, saya berharap masalah tambang ini disikapi dengan bijak dan menjadi masalah yang dianggap urgent serta yang paling penting dipisahkan dari persoalan politik yang menjelang pilkada di kabupaten morowali utara.

Sebab saya melihat ada beberapa orang yang hanya saling tuding menuding dan saling menyalahkan tanpa mengambil upaya untuk segera menghentikan kegiatan pertambangan sehingga pencemaran tidak bertambah parah.

Masalah pencemaran yang terjadi di danau tiu, yang akan berdampak juga terhadap warga lingkar tambang disungai laa adalah persoalan kehidupan orang banyak yang selama lamanya harus dijaga. Jadi sikap sensitif ini perlu dengan tindakan yang menyerukan pencabutan ijin tambang dan peninjauan ijin tambang yang lain di kabupaten morowali utara.

Jatam sulteng sangat berperan aktif dalam melakukan aksi menyerukan pencabutan ijin tambang, apalagi kita ssbagai generasi muda yang harus juga melek masalah sosial, bukan hanya aktif pada urusan politik, karna politik itu tidak abadi dan berorientasi kepentingan individu dan kelompok saja.

tanggal 31 juli hari ini jatam sulteng akan menggelar aksi kedua yang terkait dengan aktifitas tambang di tiu, aksi ini akan dimulai dari sekertariat jatam sulteng jl. yojokodi menuju Polda Sulteng dan Kantor DPRD Sulawesi Tengah.
kawan-kawan muda morowali utara dipalu, kelompok pencinta alam, mahasiswa, dan berbagai pihak yang ikut menyoroti persoalan ini perlu ikut bergabung untuk menuntaskan persoalan tersebut.

Trima kasih kepada jatam sulteng seluruhnya yang menjadi motor penggerak.

Demikian ulasan saya : Ketua Komunitas penulis kreatif Sulawesi Tengah

Heandly Mangkali, SKM
Sudah dilihat 55 kali

Komentar