Pemudik Diingatkan Cek Rem saat Akan Melintasi Flyover Kretek

26578 medium post 35775 211c1c1d 3c09 422b 8d8f d6dbd6ca677b 2018 06 09t21 41 52.449 07 00




BUMIAYU - H-6 Lebaran, jalur tengah Brebes-Tegal-Purwokerto mulai ramai dengan kendaraan pemudik. Mobil pribadi dengan plat nomor wilayah Jakarta dan sekitarnya, terlihat mendominasi ditengah masih beoperasinya kendaraan angkutan barang.

Iring-iringan kendaraan terpantau memasuki wilayah pintu masuk Kabupaten Brebes wilayah Karangsawah, Desa Kutamendala, Kecamatan Tonjong yang berbatasan dengan Kabupaten Tegal.

Kepala Pos Pantau Dishub Kabupaten Brebes Edi Siswanto mengatakan, kendaraan pemudik dari arah utara mulai terlihat berdatangan semenjak pagi hingga sekitar pukul 11.00 WIB, dalam kondisi ramai lancar.

”Menjelang siang hari, intensitas kendaraan menurun seiring dengan datangnya waktu Salat Jumat,” ungkap Edi, di Pospam Karangsawah.

Arus lalu lintas, lanjut dia, diperkirakan akan kembali meningkat menjelang sore hingga malam hari. Selanjutnya diikuti pada beberapa hari ke depan, seiring dengan semakin dekatnya moment Lebaran tahun ini.

”Terlebih saat ini memasuki akhir pekan, diikuti dengan mulai berlakunya masa cuti bersama Lebaran. Maka diperkirakan akan dimanfaatkan masyarakat untuk mudik,” terangnya.

Mulai berlangsungnya musim mudik, menimbulkan beberapa titik antrian kendaraan di ruas jalan nasional tersebut. Selain perlintasan KA Karangsawah yang juga merupakan lokasi proyek underpass, antrean kendaraan juga tampak di sekitar pasar Linggapura, Kecamatan Tonjong.

”Karena di lokasi tersebut, terdapat pusat aktivitas warga berupa pasar yang bersentuhan langsung dengan jalan utama. Sehingga terjadi pelambatan kendaraan,” kata Edi.

Sementara dengan masih beroperasinya kendaraan barang hingga H-7 kemarin, iring-iringan truk tampak melintas di jalur utama ruas Bumiayu-Paguyangan. Bahkan sesekali terjadi antrean, saat truk hendak melintas di jalur flyover yang menanjak dari arah utara ke selatan.

Kondisi tersebut cukup membuat ke khawatiran warga, dengan masih beroperasinya truk angkutan barang ditengah peningkatan aktivitas warga dan juga kendaraan pemudik di jalan raya. Sebab, ruas Bumiayu-Paguyangan sendiri telah dikenal sebagai daerah rawan kecelakaan.

”Terus terang sebagi warga yang tinggal di pinggir jalan utama merasa khawatir. Sebab, beberapa kecelakaan di sini melibatkan kendaraan besar seperti truk,” ungkap Faizin (48), warga Pagojengan.

Dirinya berharap, pemerintah mengeluarkan kebijakan sesuai dengan kondisi yang terjadi di lapangan. Sebab, untuk jalur Bumiayu-Paguyangan ini perlu mendapat perhatian khusus dengan tingginya intensitas kecelakaan di ruas tersebut. Di mana pada kecelakaan yang terjadi pada 20 Mei 2018 lalu, telah menewaskan 12 orang dan belasan lain luka-luka.

”Semestinya dengan datangnya musim mudik, maka ada larangan bagi kendaraan angkutan barang berukuran besar untuk beroperasi. Sebagai antisipasi terhadap kemungkinan yang tidak diinginkan,” ucapnya.

Di sepanjang jalan nasional ruas Bumiayu-Paguyangan sendiri, telah terpasang banner berisi imbauan dan peringatan terkat kondisi rawan kecelakaan flyover Kretek, Periksa Kondisi Rem, Gunakan Gigi Rendah dan lainnya. 

RadarTegal.com
Sudah dilihat 53 kali

Komentar