Pemuda Terate Dilatih Menyablon Untuk Mendorong Ekonomi Kreatif

65028 medium post 69813 3fe688aa c8fb 4bb9 bc9e 4c2daa60c222 2019 06 30t09 18 22.973 07 00 65029 medium post 69813 56888973 f265 48d5 9dff 4d9ccd28a0e3 2019 06 30t09 18 28.670 07 00
Kramatwatu | Untuk menumbuhkan ekonomi kreatif bagi masyarakat khususnya generasi milenial, pemuda Desa Terate, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, diberikan pelatihan menyablon, Kamis (27/6/2019).
berdasarkan informasi yang dikutip dari www.kabarbanten.com Sekretaris Desa Terate, Kecamatan Kramatwatu Khoyibul Umam mengatakan, kegiatan pelatihan ini diinisiasi oleh pemuda kreatif Desa Terate. Hal itu dilakukan karena di wilayahnya belum ada kreativitas berupa usaha sablon. “Ini sebagai penyaluran bakat bagi mereka, supaya kedepan mudah-mudahan mereka bisa menguasai dan punya motivasi,” ujarnya kepada Kabar Banten.
Ia mengatakan, peserta pelatihan ini terdiri dari 25 orang. Pihaknya berharap kegiatan ini menjadi awal untuk bisa menciptakan lapangan pekerjaan baru yang didasari ide kreatif. 
Ia menilai, usaha sablon memiliki banyak peluang. Hal itu dikarenakan Terate dihimpit oleh banyak perusahaan besar seperti PLTU, PGN dan Wilmar. “Makanya kita coba arahkan pemuda kita kesana (kreatif) supaya jangan berpikir kerja jadi karyawan, dengan ini jadi motivasi untuk wirausaha,” tuturnya.
Kedepan kata dia, Desa Terate juga akan mencanangkan wisata kuliner dan outbond trainer. “Makanan kecil juga sudah banyak yang dipasarkan seperti makaroni, kerajinan tangan membuat shilouet dari kayu bekas yang dimanfaatkan sehingga jadi karya yang menarik,” ucapnya.
Kepala Seksi (Kasie) Ekbang Kecamatan Kramatwatu Mamak Abror mengapresiasi apa yang dilakukan oleh Desa Terate tersebut. Bahkan menurutnya Terate bisa menjadi pilot project untuk desa lain agar mampu mendorong pemudanya berwirausaha. “Mudah-mudahan langkah awal ini bisa memberikan support terhadap mereka,” ujarnya.
Ia menilai Desa Terate memiliki potensi, terlebih jika kedepan diberikan bantuan untuk pengembangan wisata bahari, bisa saja dikembangkan pula wisata kuliner, outbond, pengrajin souvernir, sablon topi dan kaos.
“Ini merupakan ide cantik dari pemuda kreatif bahwa peluang pasar yang akan dihadapi di era milenial ini harus bisa ditangkap. Jadi manfaatkan ilmu yang didapatkan agar bisa meningkatkan perekonomian,” ucapnya.
Sementara, seorang peserta pelatihan, Rohim mengatakan, pelatihan ini bisa menumbuhkan kreativitas pemuda disini untuk menjadi penyeimbang banyaknya perusahaan disini "Saya harap dengan adanya pelatihan ini bisa menumbuhkan kreativitas pemuda,” ujarnya saat ditanya oleh AtmaGo Banten (30/6/2019)
Selain itu, kegiatan ini diharapkan kedepan para pemuda dibekali juga alat penyablonnya supaya pemuda desa terate memiliki usaha sendiri menjadi enterpreneur untuk mendorong ekonomi kreatif dikalangan pemuda millenial.
“kita berharap pelatihan ini tidak hanya dikasih kaos saja melainkan kedepan kita juga dibekali alat sablon-nya untuk mengembangkan apa yang sudah diajarkan,” ujar Rohim. #AtmaGoBaten #Berbagiituindah
Sudah dilihat 80 kali

Komentar